Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Top 5 News Bisnisindonesia.id: Layanan Digital BPR hingga Mobil Niremisi Toyota

Kalangan bank perkreditan rakyat (BPRS) dan bank pembiayaan rakyat syariah (BPRS) tampaknya mulai menyadari desakan untuk segera melakukan transformasi digital
Ilustrasi bank. /Freepik
Ilustrasi bank. /Freepik

Bisnis.com, JAKARTA – Kalangan bank perkreditan rakyat (BPRS) dan bank pembiayaan rakyat syariah (BPRS) tampaknya mulai menyadari desakan untuk segera melakukan transformasi digital jika tak ingin tergilas oleh persaingan yang makin sengit di industri jasa keuangan saat ini.

Berita tentang BPR merangsek ke layanan digital menjadi salah satu berita pilihan editor BisnisIndonesia.id. Selain berita tersebut, sejumlah berita menarik lainnya turut tersaji dari meja redaksi BisnisIndonesia.id.

Berikut ini highlight Bisnisindonesia.id, Minggu (18/12/2022):

1. Kala BPR Merangsek ke Layanan Digital

Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), BPR/BPRS merupakan bank yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. Kegiatan BPR/BPRS jauh lebih sempit dibandingkan kegiatan bank umum karena BPR dilarang menerima simpanan giro, kegiatan valas, dan perasuransian.

Dalam beberapa tahun terakhir, BPR dan BPRS menghadapi persaingan yang makin sengit setelah hadirnya perusahaan financial technology atau fintech yang menjangkau pangsa pasar yang kerap dilayani BPR/BPRS di daerah.

Selain itu, bank-bank konvensional yang selama ini kesulitan menjangkau nasabah di daerah-daerah pun kini makin gesit setelah memiliki aplikasi digital. Ketika bank-bank kecil bertransformasi menjadi bank digital dan memperkuat ekosistem digital mereka, akses terhadap perbankan pun makin mudah.

2. Adu Strategi Emiten Properti BUMN PPRO VS ADCP

Dua emiten properti anak usaha BUMN, yakni PT PP Properti Tbk. (PPRO), dan PT Adhi Commuter Properti Tbk. (ADCP), telah mempersiapkan strategi guna mendorong kinerja perseroan untuk akhir tahun ini.

PPRO memilih berfokus pada segmen real estat apartemen dan divestasi aset non-inti, sedangkan ADCP terus mendorong proyek transit oriented development (TOD).

VP of Corporate Secretary PP Properti Ikhwan Putra mengatakan PPRO tengah melakukan langkah divestasi atau pelepasan saham pada beberapa proyek partnership untuk memperkuat finansial perseroan. Salah satunya adalah mengikuti Program Asset Recycling dari Kementerian BUMN.

"Selain itu kita juga menjajaki dengan beberapa calon investor untuk divestasi sebagian atau seluruhnya dari penyertaan saham," jelas Ikhwan kepada Bisnis pada Selasa (6/12/2022).

3. Jalan Terbuka Jasa Marga (JSMR) Memacu Kinerja

Peluang PT Jasa Marga (Persero) Tbk. untuk mengoptimalkan kinerjanya terlihat makin menjanjikan. Peningkatan arus kendaraan di momentum liburan akhir tahun serta sejumlah langkah strategis penting bakal mengerek kinerja emiten jalan tol pelat merat ini tahun ini dan tahun depan.

Emiten berkode saham JSMR ini masih bakal mendapatkan tambahan cuan guna memoles kinerja tahun buku 2022. Meningkatnya minat mudik Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022 bakal sedikit banyak mendongkrak kinerjanya jelang akhir tahun.

JSMR memprediksi sebanyak 2,73 juta kendaraan akan keluar dari wilayah Jabotabek saat libur Natal dan tahun baru (Nataru) 2023. Jumlah itu diprediksi meningkat 8,4 persen jika dibandingkan dengan volume lalu lintas periode normal.

Direktur Utama Jasa Marga, Subakti Syukur, mengatakan bahwa arus lalu lintas diprediksi akan terjadi di 4 gerbang utama dengan distribusi 47 persen ke arah timur Pulau Jawa, 30,6 persen ke arah barat Pulau Jawa, dan 22,5 persen ke arah selatan Pulau Jawa.

4. Dukung Konversi Energi, Indika (INDY) Berburu Cuan Bisnis PLTS

Emiten pertambangan batu bara dan energi, PT Indika Energy Tbk. (INDY) semakin getol mencari cuan di bisnis renewable energy dengan serius menggarap pasar pembangkit listrik tenaga Surya (PLTS) terintegrasi di Tanah Air.

Azis Armand, CEO Grup Indika Energy mengatakan pembangkit listrik yang menggunakan solar panel kini telah memiliki teknologi yang semakin mature dan dinilai punya peluang bisnis yang masuk akal. 

“Kami memperkirakan akan ada kontribusi yang lumayan daripada bisnis solar panel. Kontribusinya di 2025 ya sekitar 10 persen ya,” katanya Di New Delhi sela-sela kunjungan Indika Group ke India, 13-16 Desember 2022.

Azis menuturkan dalam pengembangan bisnis PLTS, pihaknya menggandeng Fourth Partner Energy Limited, perusahaan India pengembang solusi energi surya yang menjadi mitra Indika Energy dalam mendirikan Empat Mitra Indika Tenaga Surya (EMITS), perusahaan penyedia solusi tenaga surya terintegrasi di Indonesia. 

Hingga saat ini, EMITS telah memperluas melalui pemasangan solar photovoltaic (PV), pengembangan pelabuhan berkelanjutan (green port), hingga pembangunan PLTS hybrid kombinasi solar PV dengan baterai berkapasitas terbesar di Indonesia.

“Kami masuk ke bisnis solar panel ini berupaya dengan mitra kami di India yaitu Fourth Partner Energy Limited, kami punya cita-cita dalam 5 tahun mendatang itu menginstall atau mendevelop kurang lebih 500 Megawatt Peak untuk solar panel ini,” ujar Azis.

5. Gerak Maju Mobil Toyota Thailand ke Mobil Niremisi

Toyota semakin bergerak maju di Thailand dengan meluncurkan dua mobil konsep nirmisi pada perayaan ulang tahun kehadirannya di Negeri Gajah Putih itu, sementara di Indonesia baru saja meluncurkan produksi lokal model hibrida.

Toyota merayakan kehadirannya ke-60 tahun di Thailand, Kamis (14/12/2022). Adapun dua mobil konsep itu adalah IMV 0 dan Hilux Revo BEV, mobil konsep yang mewakili dua ujung spektrum otomotif. 

Perayaan 60 Tahun Toyota di Thailand dihadiri oleh sekitar 1.500 orang hadir, termasuk Supattanapong Punmeechaow, Wakil Perdana Menteri dan Menteri Energi Kerajaan Thailand; Presiden TMC Akio Toyoda dan Presiden TMT Noriaki Yamashita.

"Halo untuk semua teman saya di Thailand! Sawa DEE Krap!," kata Akio Toyoda. Ia membuka kata sambutannya dengan dramatis menggunakan model Hilux yang dikamuflase. "Saya ingin berterima kasih kepada semua penyesuai mobil di luar sana, yang mengambil produk kami dan mengubahnya menjadi sesuatu yang benar-benar "pan mak" (hebat)."

Hilux adalah mobil pertama yang diperkenalkan Toyota di Thailand. Saat Toyota mengembangkan model globalnya (IMV), Thailand dipilih menjadi basis produksi dengan model pikap sebagai model pertamanya pada 2002. 

Proyek IMV 2002 melahirkan Hilux Vigo, yang sangat sukses sehingga dikenal sebagai mobil nasional Thailand. Kini, Toyota kembali menantang Thailand untuk membuat truk pick-up IMV baru untuk Thailand, sesuatu yang benar-benar terjangkau dan sangat inovatif. 

Secara internal, Toyota menyebutnya konsep IMV 0. Toyota juga memperkenalkan Hilux Revo BEV. Mereka mewakili dua ujung spektrum otomotif yang berbeda. Satu dirancang untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan mobilitas untuk semua, dan satu lagi dirancang untuk mendukung netralitas karbon dan lingkungan yang lebih baik untuk semua. 

Dalam 10 tahun terakhir, Grup Toyota telah menginvestasikan lebih dari 242 miliar Baht di Toyota Thailand. Sejauh ini, Toyota di Thailand memiliki tiga pabrik pabrik dengan fasilitas R&D canggih di Bang Bo. 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Yanita Petriella
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper