Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Hingga Akhir 2022, BI Sebut Permodalan dan Likuiditas Bank Terjaga

Bank Indonesia (BI) sebut rasio permodalan (CAR) perbankan sebesar 25,45 persen pada November dan likuiditas sebesar 31,2 persen pada Desember 2022.
Alifian Asmaaysi
Alifian Asmaaysi - Bisnis.com 20 Januari 2023  |  22:32 WIB
Hingga Akhir 2022, BI Sebut Permodalan dan Likuiditas Bank Terjaga
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberi keynote speech di acara Fintech Summit Ke-4 & Bulan Fintech Nasional pada hari ini, Senin (12/12 - 2022). Dok Bank Indonesia.
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) melaporkan ketahanan permodalan dan rasio likuiditas perbankan nasional hingga November 2022 tetap terjaga baik.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan bahwa rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) perbankan pada November 2022 tetap tinggi pada level 25,45 persen.

"Seiring dengan kuatnya permodalan risiko kredit yang tetap terkendali yang juga tercermin dari rasio NPL [non-performing loan] pada November 2022 tercatat rendah yaitu sebesar 2,65 persen secara bruto dan 0,75 persen secara neto," jelas Perry, Kamis (19/1/2023).

Adapun dari sisi likuiditas, Perry melanjutkan, pada Desember 2022 rasio alat likuid terhadap dana pihak ketiga (DPK) tercatat lebih tinggi mencapai 31,2 persen. "Sehingga [mampu] mendukung ketersediaan dana bagi perbankan untuk menyalurkan kredit pembiayaan bagi dunia usaha," pungkasnya.

Sejalan dengan hal tersebut, pertumbuhan kredit perbankan pada Desember 2022 juga tercatat tumbuh mencapai 11,35 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) atau lebih tinggi dengan catatan pertumbuhan pada tahun sebelumnya sebesar 5,24 persen yoy.

"Peningkatan pertumbuhan kredit terjadi merata pada seluruh sektor ekonomi dan seluruh jenis kredit terutama kredit investasi dan kredit modal kerja," tambahnya.

Sementara pada segmen UMKM, pertumbuhan kredit juga terus berlanjut dengan catatan penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) tumbuh 29,66 persen yoy.

Kendati demikian, pada kesempatan yang sama Bank Indonesia juga mengumumkan kembali kenaikan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 basis ppoin menjadi 5,75 persen.

Alhasil dengan kondisi tersebut, Bank Indonesia memperkirakan bahwa pertumbuhan kredit perbankan pada 2023 diperkirakan akan tetap berada pada kisaran 10 hingga 12 persen secara tahunan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

likuiditas Bank Indonesia npl pertumbuhan kredit
Editor : Ibad Durrohman
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top