Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Cermati 9 Prediksi Ahli soal Tren Perbankan 2023

Survei terbaru yang diterbitkan oleh Forbes Advisor menemukan bahwa 78 persen konsumen lebih suka melakukan perbankan online.
Arlina Laras
Arlina Laras - Bisnis.com 21 Januari 2023  |  07:15 WIB
Cermati 9 Prediksi Ahli soal Tren Perbankan 2023
Ilustrasi sistem bank digital - Freepik
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Industri perbankan kini telah berkembang pesat selama beberapa tahun terakhir. Bahkan, pandemi menjadi pendorong adanya perubahan pola perilaku dan preferensi masyarakat dalam pemanfaatan teknologi informasi. Alhasil, pada 2022 perbankan melakukan akselerasi transformasi digital.

Tentunya, menurut beberapa pakar, tren ini akan berlanjut hingga 2023, di mana nasabah tidak akan terlepas dari aspek digitalisasi dan perbankan akan memanfaatkan big data untuk customer experience. Namun demikian, masih terbuka kemungkinan muncul tren-tren lain bergantung pada beberapa faktor seperti kebutuhan nasabah, ketidakpastian ekonomi global dan situasi geolitik global.

Lantas, seperti apa tren perbankan pada 2023? Berikut ulasan Bisnis selengkapnya.

1. Nasabah makin tertarik dengan bank digital

“Kami sudah melihat tren konsumen memindahkan uang mereka ke bank online daripada bank berbasis cabang tradisional, dan saya yakin momentum ini akan berlanjut di tahun 2023,” kata Morgan Gray, Wakil Presiden Senior Bask Bank dan strategi konsumen di Texas Capital Bank. 

Bank digital adalah bank yang menyediakan dan melakukan aktivitas bisnisnya melalui saluran elektronik, di mana mereka menawarkan berbagai produk serta pelayanan sepenuhnya secara elektronik bahkan pendaftaran rekening pun dapat dilaksanakan secara online.

Faktanya, survei terbaru yang diterbitkan oleh Forbes Advisor menemukan bahwa 78 persen konsumen lebih suka melakukan perbankan online.

2. Nasabah punya standar ekspetasi yang tinggi soal layanan

“Konsumen kian cerdas dalam menabung dan mereka makin cermat soal produk bank apa yang mereka pilih untuk bisa meberikan keuntungan,” kata Gray.

Dia percaya bahwa banyak konsumen akan beralih ke bank digital karena produk dan keuntungan yang dapat mereka tawarkan.

“Dalam lingkungan tarif tinggi saat ini, bank digital memisahkan diri dengan menawarkan hasil persentase tahunan di atas rata-rata untuk produk tabungan, hadiah unik seperti miles atau bonus, dan kemampuan yang lebih besar untuk mengelola akun secara mandiri,” kata Gray.

Wakil Predisen Deposito Discover Ram Subramanian juga percaya bahwa konsumen akan mengharapkan lebih dari bank mereka. Menurutnya, konsumen akan semakin mencari layanan perbankan yang dapat diandalkan dan menguntungkan, melalui suku bunga tinggi, tanpa biaya, dan pergerakan uang instan.

"Nasabag ingin dapat berbicara dengan seseorang dengan cepat melalui telepon, media sosial, atau obrolan, dan pertanyaan mereka dijawab atau masalah diselesaikan,” jelas Ram.

3. Bank konvensional masih terus diincar

Meskipun banyak konsumen akan memilih untuk bank digital, tapi menurut Wakil Presiden Senior di Frost Bank, Bill Day percaya bahwa memiliki lokasi fisik akan tetap penting bagi konsumen tahun ini.

“Kami memiliki aplikasi seluler berperingkat teratas dan opsi perbankan online yang ekstensif, tetapi pelanggan kami juga menginginkan kemampuan untuk datang ke lokasi yang ditunjuk dengan baik dan duduk bersama seorang bankir yang dapat menjawab pertanyaan mereka,” katanya.

Dia berpandangan, bahwa masih banyak pelanggan yang lebih menyukai untuk datang ke cabang bank dan memilih untuk menelpon saluran pelanggan yang selalu bisa dihubungi 24 jam tiap hari.  

4. Naiknya permintaan kredit berbiaya rendah

“Pada tahun 2022, kami melihat kenaikan inflasi tercepat dalam 40 tahun. Ini memiliki dampak yang merugikan pada kehidupan sehari-hari banyak orang Amerika, karena kenaikan harga barang dan jasa terjadi tanpa kenaikan upah yang sesuai, ”kata XP Produk Current, Josh Stephens.

Dia menilai, saat memasuki tahun 2023, potensi resesi ekonomi membayangi, yang menurutnya akan mengarah pada peningkatan permintaan untuk opsi kredit, terutama pinjaman dana kecil. 

5. Konsumen akan beralih ke format video untuk mempelajari keuangan mereka

Menurut Kepala Pengembangan Perusahaan MoneyLion Jon Stevenson, jika bank sering meluncurkan beragam layanan produk bagi konsumen, maka suatu bank harus memikirkannya secara seksama sebab format konsumen dalam mencerna informasi kian berkembang.

“Pelanggan bosan membaca blog dan artikel berdurasi panjang, dan semakin beralih ke konten video berformat pendek yang relevan dengan situasi mereka,” katanya.

Baginya dengan kehadiran media sosial, maka keputusan pengelolaan uang bisa diputuskan dengan lebih cepat.

6. Perbankan akan terus memberikan layanan yang sudah dipersonalisasi

“Masa depan perbankan sangat personal, di mana bank menggunakan data dan analitik real-time untuk melayani setiap pelanggan yang berbeda dan menawarkan solusi yang ditargetkan untuk memenuhi kebutuhan mereka,” kata Direktur Produk di Grasshopper Bank Luther Lian.

Nasabah semakin mengharapkan bank untuk mengantisipasi kebutuhan mereka dan secara proaktif membuat rekomendasi yang tepat. Tentunya, dengan memanfaatkan teknologi otomatisasi dan AI, maka bank dapat terhubung dengan pelanggan potensial, memperkuat hubungan yang ada, dan membedakan diri di persaingan pasar yang ketat.

Dia yakin, dengan memaksimalkan layanan atau alat yang dipersonalisasi pada tahun ini, maka lembaga keuangan bisa mendapatkan prospek dan memaksimalkan klien yang ada. 

7. Blockchain akan memainkan peran penting

Blockchain adalah masa depan perbankan, dan itu akan semakin terlihat pada tahun 2023.

“Banyak orang di industri dan di masyarakat menggabungkan kripto dengan blockchain, tetapi teknologi ini tidak akan kemana-mana. Keamanan dunia maya, pencegahan penipuan, dan privasi data akan tetap menjadi prioritas utama bank, dan kami yakin kami akan melihat lembaga keuangan beralih ke blockchain pribadi untuk menyelesaikan masalah ini.” kata Ketua dan CEO Tassat Group, Inc Kevin R. Greene.

8. Kepercayaan jadi kunci keberhasilan suatu bank

Chief Retail and Small Business Banking Officer Truist Dontá Wilson menilai pada 2023, tujuan dan kepercayaan akan menjadi yang terdepan dalam layanan keuangan. 

“Dalam satu tahun dengan potensi tantangan keuangan di depan mata, maka orang di dunia akan sangat berhati-hati dan berhati-hati dengan pengeluaran mereka,” ungkapnya.

Dia mengatakan, hampir setiap aspek kehidupan seseorang harus terus didukung oleh layanan keuangan, di mana bank adalah titik penghubung penting untuk membantu orang mengelola keuangan mereka dengan lebih baik.

Artinya, beberapa prediksi tren 2023 ini bisa menjadi kunci bagi bank untuk melayani, bukan hanya menyediakan layanan, untuk mendapatkan dan mempertahankan kepercayaan klien.

9. Bank dan nasabah harus proaktif soal keamanan

“Industri ini memang rentan dengan kasus penipuan,” kata Chief Banking Officer di TIAA Bank John Pataky.

Menurut John, bank memiliki beban yang tinggi untuk menjaga pelanggan dan kesejahteraan finansial mereka secara keseluruhan, tetapi konsumen juga harus proaktif untuk bisa menjaga keamanan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bank Digital tren industri keuangan blockchain
Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top