Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Warganet Klaim Nunggak Iuran BPJS Kesehatan 11 Tahun, Manajemen: Cukup Bayar 24 Bulan

BPJS Kesehatan baru berdiri sejak 2014 atau 9 tahun silam, sehingga klaim 11 tahun menunggak tidak tepat.
Pernita Hestin Untari
Pernita Hestin Untari - Bisnis.com 23 Januari 2023  |  15:33 WIB
Warganet Klaim Nunggak Iuran BPJS Kesehatan 11 Tahun, Manajemen: Cukup Bayar 24 Bulan
Karyawan melayani peserta di salah satu kantor cabang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di Jakarta, Selasa (12/7/2022). Bisnis - Fanny Kusumawardhani
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA— Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menanggapi soal viral curhatan warganet yang menunggak iuran selama 11 tahun di media sosial. Warganet tersebut bingung apakah untuk mengaktifkan kembali kartu BPJS-nya harus membayar selama 11 tahun atau tidak. 

Kepala Humas BPJS Kesehatan Iqbal Iqbal Anas Ma'ruf pun meluruskan terkait pernyataan tersebut. Pasalnya BPJS Kesehatan baru berdiri sejak 2014 atau 9 tahun silam. 

“Enggak ada 11 tahun sebenernya, 2014 ke 2023, masa 11 tahun,” kata Iqbal saat dihubungi Bisnis, Senin (23/1/2023). 

Iqbal pun menegaskan bahwa peserta BPJS Kesehatan dapat mengaktifkan kembali kartunya meskipun ada tunggakan. Menurutnya kartu peserta dapat aktif kembali apabila sudah membayar tunggakan iurannya, maksimal 24 bulan. 

“Kalau menunggak 5 tahun [misalnya], dihitung tunggakannya 24 bulan bukan 60 bulan,” jelas Iqbal.  

Hal tersebut pun diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2018. Di dalam pasal 42 ayat (1)disebutkan bahwa peserta atau pemberi kerja tidak membayar iuran sampai dengan akhir bulan berjalan maka penjaminan peserta diberhentikan sementara sejak tanggal 1 bulan berikutnya. 

Kemudian, menurut ayat (3), pemberhentian sementara penjaminan peserta sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berakhir dan status kepesertaan aktif kembali, apabila peserta: 

  1. Telah membayar luran bulan tertunggak, paling banyak untuk waktu 24 (dua puluh empat) bulan; dan 
  2. Membayar iuran pada bulan saat Peserta ingin mengakhiri jaminan pemberhentian sementara.

“Pembayaran iuran tertunggak dapat dibayar oleh peserta atau pihak lain atas nama peserta,” tulis aturan tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BPJS Kesehatan jaminan kesehatan nasional
Editor : Anggara Pernando
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top