Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rincian Harga Aset AJB Bumiputera yang Bakal Dijual

AJB Bumiputera diperkirakan akan mengantongi dana segar senilai Rp2,94 triliun dari hasil penjualan Hotel Bumi Surabaya, Wisma Bumiputera, hingga saham MREI.
Gedung AJB Bumiputera di kawasan elit Sudirman Jakarta./Bisnis - Himawan L. Nugraha
Gedung AJB Bumiputera di kawasan elit Sudirman Jakarta./Bisnis - Himawan L. Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA — Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912 berencana untuk menjual aset properti dan finansial untuk pembayaran klaim polis. Pembayaran klaim nantinya menggunakan kebijakan Penurunan Nilai Manfaat (PNM) sesuai Surat Keputusan (SK) Direksi Bumiputera No.9/DIR/II/2023 yang disahkan Direktur Utama Irvandi Gustari. 

Aset yang sedang dalam proses penjualan di antaranya berada di Jawa Timur, yakni Hotel Bumi Surabaya. Kemudian ada pula di Jakarta, yaitu tanah di kawasan TB Simatupang dan Setiabudi.

Perusahaan juga berniat menjual Gedung Wisma Bumiputera. Akan tetapi hingga berita ini diturunkan AJB Bumiputera belum memberikan lokasi gedung yang dimaksud. 

Selain aset fisik, Bumiputera juga akan melepas kemilikan saham PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk. (MREI).

Lalu berapa total nilai aset yang akan dijual tersebut?

Menurut Irvandi, Hotel Bumi Surabaya nilainya bisa mencapai Rp1,4 triliun. Dia juga menyebutkan sudah ada enam calon pembeli yang tertarik dengan hotel milik AJB Bumiputera 1912 tersebut. 

“Hotel Surabaya itu mungkin Rp1,4 trilun, kami lepas ya untuk bayar klaim, kami menjual [aset] secara selektif,” kata Irvandi saat berkunjung ke Kantor Bisnis Indonesia, Jakarta, Rabu (1/3/2023). 

Terkait saham MREI nilainya mencapai Rp350 miliar. Perusahaan asuransi tertua tersebut memiliki 76.816.535 lembar saham atau 14,84 persen saham MREI per 31 Januari 2023. 

Sebelumnya, Juru Bicara Badan Perwakilan Anggota (BPA) AJB Bumiputera RM Bagus Irawan mengatakan manajemen memilih untuk menjual saham MREI karena dalam beberapa tahun terakhir tidak memberikan dividen kepada AJB Bumiputera 1912 sebagai pemegang saham. 

“Alasan utama saham ini sudah tiga atau empat tahun terakhir tidak memberikan dividen pada AJB Bumiputera,” kata Bagus saat dihubungi Bisnis, Selasa (28/2/2023).  

Sementara itu, untuk aset lainnya Bagus menyebutkan tanah di TB Simatupang nilainya mencapai Rp141 miliar. Gedung Wisma Bumiputera dan tanah di Setiabudi mencapai Rp1,09 triliun. 

Dia menambahkan bahwa AJB Bumiputera 1912 memiliki total dana jaminan Rp230 miliar dan dana yang sudah siap untuk pembayaran klaim polis tertunda pada 6 Maret Rp127 miliar 

“Untuk dana awal yang sudah tersedia besarannya Rp127 miliar. Namun masih menunggu approval Direksi Komisaris dan BPA/RUA,” kata Bagus. 

Sebelumnya, AJB Bumiputera 1912 telah menerbitkan aturan penjualan dan optimalisasi aset melalui Surat Keputusan (SK) Direksi Bumiputera No.9/DIR/II/2023 yang disahkan pada 15 Februari 2023.  

Adapun SK tersebut digunakan sebagai pedoman dan alat kendali untuk pelaksanaan pelepasan aset Bumiputera sebagai sumber pendanaan untuk pembayaran klaim tertunda.

“Tujuan diterbitkannya Keputusan ini adalah agar dalam pelaksanaan pelepasan aset milik AJB Bumiputera 1912 sebagai sumber pendanaan untuk pembayaran klaim tertunda dapat dilakukan lebih cepat, efektif, efisien, mengurangi risiko, adil, tidak diskriminatif dan meningkatkan transparansi,” tertulis dalam SK yang dikutip Jumat (17/2/2023). 

Adapun aset yang dimaksud dalam aturan tersebut antara lain aset properti berupa tanah dan bangunan. Serta aset finansial yakni saham dan obligasi.

Sisa Aset AJB Bumiputera 1912 

Dalam Laporan Keuangan AJB Bumiputera 1912 pada 2021, jumlah aset perusahaan mencapai Rp9,5 triliun yang terdiri dari investasi dan bukan investasi.  

Adapun aset invetasi berupa saham tercatat mencapai Rp353 miliar per 31 Desember 2021. Bangunan dengan Hak Strata atau Tanah dengan bangunan investasi mencapai Rp3,7 triliun.  Sementara itu, aset kas dan bank yang dimiliki AJB Bumiputera yakni Rp38 miliar pada 2021. 

Di sisi lain, jumlah ekuitas yang dimiliki perusahaan mencapai Rp23,5 triliun pada 2021. Kemudian, liabilitas yang ditanggung mencapai Rp12,3 triliun, di mana melonjak dari tahun sebelumnya yakni Rp9 triliun pada 2020.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper