Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

SVB Kolaps, Ekonom Prediksi The Fed Bakal Rem Suku Bunga Acuan

Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro menyampaikan kemungkinan besar The Fed akan mulai mengerem suku bunga acuan untuk menghindari efek menular SVB.
Annasa Rizki Kamalina
Annasa Rizki Kamalina - Bisnis.com 14 Maret 2023  |  14:46 WIB
SVB Kolaps, Ekonom Prediksi The Fed Bakal Rem Suku Bunga Acuan
Federal Reserve Board Chairman Jerome Powell. - REUTERS / Yuri Gripas

Bisnis.com, JAKARTA – Runtuhnya Silicon Valley Bank (SVB) membuat ekonom memproyeksikan Federal Reverse atau The Fed akan mengambil langkah menahan suku bunga acuan untuk tidak naik secara agresif. 

Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro menyampaikan kemungkinan besar The Fed akan mulai mengerem suku bunga acuan untuk menghindari bank-bank lain mengikuti jejak SVB, meski inflasi masih tinggi. 

“Kalau misalkan inflasi tidak turun, dan dia [The Fed] naikin lebih agresif lagi, Amerika harus bersiap untuk lebih banyak lagi bank-bank yang akan trouble juga, ini memang menimbulkan masalah,” ujarnya kepada Bisnis, Selasa (14/3/2023). 

Andry melihat dalam kondisi tersebut masih sangat mungkin The Fed menaikkan suku bunga untuk menjaga inflasi, namun tidak akan setinggi sebelum SVB bangkrut. 

Mengutip dari Trading Economics, inflasi Amerika Serikat pada Januari 2023 berada di posisi 6,4 persen, turun 0,1 persen dari Desember 2022. 

“Jadi dengan kondisi itu, mungkin saja The Fed tidak akan agresif. Kemarin keinginannya untuk 150 basis poin, saya rasa tidak, paling hanya 25 basis poin,” tambahnya. 

Sebagaimana diketahui, The Fed menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke kisaran 4,5–4,75 persen pada Februari 2023, level tertinggi sejak 2007.

Sementara itu, beberapa hari sebelum SVB runtuh, Gubernur The Fed Jerome Powell mengatakan Federal Reserve kemungkinan akan menaikkan suku bunga lebih tinggi lebih cepat dari yang diantisipasi sebelumnya. 

Hal ini seiring dengan angka inflasi dan postur agresif yang tak terduga menyusul langkah penurunan bulan lalu dalam laju kenaikan. 

Bahkan, Penulis Buku Rich Dad Poor Dad Robert Kiyosaki mewanti-wanti akan ada bank lain yang bakal bangkrut mengikuti Silicon Valley Bank (SBV), imbas dari suku bunga The Fed yang terlampau tinggi. 

Sementara untuk menindaklanjuti dan menyelamatkan ekonomi AS, The Fed dan pemerintah AS mengumumkan langkah penyelamatan dana nasabah yang disimpan di SVB.  

"Hari ini, kami mengambil tindakan tegas untuk melindungi ekonomi AS dengan memperkuat kepercayaan publik terhadap sistem perbankan AS," ujar otoritas AS dalam keterangan resmi, Senin (13/3/2023).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Silicon Valley Bank (SVB) the fed ekonomi as
Editor : Farid Firdaus

Artikel Terkait



Berita Lainnya

    Berita Terkini

    back to top To top