Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bank Lampung Bukukan Laba Bersih Rp 181,16 Miliar Sepanjang 2022

PT Bank Pembangunan Daerah Lampung mencatatkan himpunan laba bersih sepanjang 2022 mencapai Rp181,16 miliar.
Bank Lampung layani transaksi secara digital./Istimewa
Bank Lampung layani transaksi secara digital./Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Pembangunan Daerah Lampung (Bank Lampung) mencatatkan himpunan laba bersih sepanjang 2022 mencapai Rp181,16 miliar atau tumbuh 6 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dari posisi sebelumnya Rp170,26 miliar,

Mengutip laporan keuangan yang dipublikasikan pada Harian Bisnis Indonesia Selasa, (21/3/2023) keberhasailan perusahaan mengangkat sisi bottom line diikuti oleh peningkatan pendapatan bunga yang naik 9 persen menjadi Rp892,29 miliar. 

Di samping itu, Bank Lampung juga diketahui berhasil menekan beban bunga menjadi Rp370,55 miliar dari posisi pada periode yang sama di tahun sebelumnya Rp371,43 miliar. Alhasil, pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) perseroan terkerek 17 persen menjadi Rp521,73 miliar.

Lebih rinci, pertumbuhan laba tersebut juga diikuti oleh peningkatan rasio penting perseroan. Tingkat pengembalian ekuitas (return on equity/ROE) bank menebal 16 basis poin (bps) menjadi 15,66 persen. 

Sementara itu, dari sisi intermediasi bank melaporkan telah menyalurkan kredit sebanyak Rp6,18 triliun, tumbuh 4 persen dari portofolio kredit pada 2021 senilai Rp5,92 triliun. 

Kendati catatkan peningkatan penyaluran kredit, total aset bank justru mengalami koreksi menjadi Rp10,2 triliun pada 2022 dari Rp10,7 triliun pada 2021. Penurunan total aset tersebut disebabkan oleh penipisan kas perseroan menjadi Rp285,89 miliar dari Rp380,7 miliar.

Dari sisi himpunan dana masyarakat, Bank Lampung mencatatkan pertumbuhan sebesar 2 persen pada himpunan dana pihak ketiga (DPK) menjadi Rp7,98 triliun sepanjang 2022.

Pertumbuhan tersebut utamanya ditopang oleh himpunan deposito yang naik 6 persen menjadi Rp5,10 triliun. Meski demikian, giro mengalami koreksi sebesar 11 persen menjadi Rp1,22 triliun dari posisi sebelumnya Rp1,37 triliun.

Adapun, dari sisi kesehatan aset, rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) gross naik 31 basis poin (bps) menjadi 2,18 persen dari 1,87 persen pada posisi sebelumnya. Meski demikian, capaian ini masih sangat aman dari batas yang ditetapkan regulator maksimal 5 persen. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Alifian Asmaaysi

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper