Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Tabungan Banjiri Bank Lampung, DPK Melonjak 35,8 Persen

Dana pihak ketiga (DPK) Bank Lampung mencatat kenaikan 35,8 persen yoy dari Rp8,2 triliun menjadi Rp11,14 triliun.
Rika Anggraeni
Rika Anggraeni - Bisnis.com 26 Juli 2022  |  09:49 WIB
Tabungan Banjiri Bank Lampung, DPK Melonjak 35,8 Persen
Bank Lampung layani transaksi secara digital. - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – PT Bank Pembangunan Daerah Lampung atau Bank Lampung mencatatkan penghimpunan dana dari masyarakat atau dana pihak ketiga (DPK) melonjak 35,8 persen yoy atau naik dari Rp8,2 triliun menjadi Rp11,14 triliun.

Kenaikan DPK Bank Lampung berasal dari dana murah (current account saving account/CASA) berupa giro dan tabungan yang tumbuh 8,2 persen yoy, dari Rp4,61 triliun menjadi Rp4,99 triliun.

Sementara itu, berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan di Harian Bisnis Indonesia edisi Selasa (26/7/2022), laba bersih Bank Lampung turun 9,2 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dari periode yang sama tahun 2021 sebesar Rp89,57 miliar. Dari sisi pendapatan bunga, perseroan mengalami pertumbuhan 10,3 persen yoy menjadi Rp434,54 miliar dari sebelumnya Rp393,94 miliar. Sementara itu, beban bunga naik 1,1 persen yoy, dari Rp190,06 miliar menjadi Rp192,24 miliar.

Alhasil, pendapatan bunga bersih Bank Lampung tumbuh 18,8 persen yoy menjadi Rp242,29 miliar dari semula Rp203,87 miliar.

Pada paruh pertama di tahun 2022, Bank Lampung telah menyalurkan kredit sebesar Rp5,95 triliun. Kredit tersebut tumbuh 7,7 persen yoy dari posisi periode yang sama tahun lalu mencapai Rp5,52 triliun.

Setali tiga uang, total aset yang dimiliki perseroan menjadi melesat 30 persen yoy, dari Rp10,28 triliun menjadi Rp12,37 triliun per Juni 2022.

Adapun untuk modal inti (tier 1), Bank Lampung mengalami kenaikan 6,5 persen yoy. Tier 1 yang dimiliki perseroan tumbuh dari Rp1,1 triliun menjadi Rp1,17 triliun per Juni 2022. Namun, modal inti tersebut masih kurang dari ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mewajibkan setiap perbankan memiliki modal inti minimum Rp3 triliun.

 

Lebih lanjut, dari sisi rasio keuangan, kredit macet atau non performing loan (NPL) Bank Lampung tercatat naik dan berada di level 2,29 persen (gross) dan 1,09 persen (net). Untuk loan to deposit ratio (LDR) turun menjadi 53,43 persen dari semula 67,36 persen. Lalu, net interest margin (NIM) dan beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO), Bank Lampung mencatatkan rasio masing-masing sebesar 4,30 persen dan 78,68 persen pada posisi 30 Juni 2022.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank lampung bank pembangunan daerah
Editor : Anggara Pernando
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top