Laba Citibank Tumbuh 52 Persen, Bisnis Institusional jadi Pendorong

Laba Citibank Indonesia pada kuartal I/2023 tercatat Rp569 miliar atau naik 52 persen yoy, yang utamanya didorong oleh pendapatan dari bisnis institusional.
Pejalan kaki berjalan melewati deretan mesin anjungan tunai mandiri Citibank di Jakarta, belum lama ini/Bisnis-Dedi Gunawan
Pejalan kaki berjalan melewati deretan mesin anjungan tunai mandiri Citibank di Jakarta, belum lama ini/Bisnis-Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - Citibank, N.A., Indonesia telah meraup laba bersih Rp569 miliar pada kuartal I/2023, tumbuh 52 persen secara tahunan (year on year/yoy). Raupan laba bersih Citibank ini didorong oleh pesatnya pertumbuhan pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) di lini bisnis institutional banking.

CEO Citi Indonesia Batara Sianturi mengatakan pada awal tahun ini Citi Indonesia terus menunjukan kinerja keuangan yang kuat karena peningkatan momentum bisnis.

"Komitmen kami untuk menjalankan manajemen keuangan yang strategis, efisiensi operasional, dan solusi yang berfokus pada nasabah telah membantu kami untuk terus memberikan kinerja yang baik," katanya dalam acara konferensi pers pada Senin (15/5/2023).

Kinerja lini bisnis institusional memang tergolong moncer. Citi terus menyediakan layanan dan solusi end-to-end kepada para klien perusahaan lokal, multinasional, lembaga keuangan, dan sektor publik. 

Pada kuartal I/2023, jumlah kredit institusional group meningkat 2,5 persen yoy. Citibank sendiri terlibat dalam sejumlah transaksi penting di lini bisnis institusional awal tahun ini, seperti penerbitan obligasi senilai US$300 juta dengan tenor tiga tahun untuk PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI).

Citibank Indonesia juga ditunjuk sebagai salah satu koordinator global untuk penawaran umum perdana di pasar saham atau IPO PT Trimegah Bangun Persada Tbk (Harita Nickel). Kemudian, Citi Indonesia meluncurkan program pembiayaan distribusi senilai Rp465 miliar dengan PT Syngenta Indonesia.

Citibank Indonesia sendiri memang ingin fokus ke lini bisnis institusional. "Tahun ini bank targetkan bisnis di korporasi. Adapun dari sisi komposisi loan masih mencakup multinasional company. Kami juga melihat yang perusahaan lokal kebutuhannya memang meningkat," kata Chief Financial Officer Citibank Indonesia Rudy Basyir Ahmad.

Citibank Indonesia juga telah menjalankan proses penjualan aset serta liabilitas yang terkait dengan consumer banking kepada UOB Indonesia sehingga bisa fokus mengembangkan bisnis institutional.

Transaksi penjualan ini mencakup bisnis retail banking dan kartu kredit. Proses penjualan lini bisnis ini ditargetkan akan selesai pada semester kedua 2023.

Seiring dengan bertumbuhnya laba bersih, Citibank Indonesia juga mencatatkan pertumbuhan aset 14 persen yoy menjadi Rp101,72 triliun. 

Namun, Citibank mencatat penyaluran kredit susut 5 persen yoy menjadi Rp39,87 triliun. Dari sisi pendanaan, himpunan dana pihak ketiga (DPK) Citibank tumbuh 23 persen secara yoy menjadi Rp76,5 triliun. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper