Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bank Amar Berbalik Untung, Raup Laba Bersih Rp85,03 Miliar pada Semester I/2023

Bank Amar (AMAR) mencatatkan laba bersih senilai Rp85,03 miliar pada semester I/2023 setelah pada periode yang sama tahun sebelumnya mencatatkan rugi bersih.
Warga beraktivitas dengan latar logo PT Bank Amar Indonesia Tbk. (AMAR) di Jakarta, Selasa (25/1/2022). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Warga beraktivitas dengan latar logo PT Bank Amar Indonesia Tbk. (AMAR) di Jakarta, Selasa (25/1/2022). Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Amar Indonesia Tbk. atau Amar Bank (AMAR) meraup laba bersih sebesar Rp85,04 miliar pada paruh pertama 2023. Capaian ini meningkat signifikan dibandingkan dengan semester I/2022 yang mencatatkan rugi bersih Rp88,09 miliar.

Mengutip laporan keuangan yang dikutip Bisnis, Minggu (6/8/2023) perolehan laba bersih tersebut didorong oleh pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) yang meningkat 18,18 persen (yoy) menjadi Rp401,75 miliar pada semester I/2023 dari Rp339,96 miliar. 

Tercatat, pendapatan bunga AMAR hingga Juni 2023 mengalami pertumbuhan 5,27 persen yoy dari Rp415,93 miliar menjadi Rp437,87 miliar. Kenaikan pendapatan bunga ini pun diikuti oleh penyusutan beban bunga sebesar 52,45 persen dari Rp75,97 miliar menjadi Rp36,12 miliar.

Selanjutnya, pada pos beban terjadi kerugian penurunan nilai aset keuangan (impairment) yang turun 23,29 persen, dari Rp325,88 miliar menjadi Rp249,97 triliun pada semester I/2023. AMAR juga mengalami peningkatan pendapatan lainnya sebesar 39,15 persen dari Rp114,45 miliar menjadi Rp159,26 miliar. 

Pertumbuhan laba AMAR juga seiring dengan kenaikan margin bunga (net interest margin/NIM) yang juga naik 897 basis poin (bps) ke level 17,33 persen pada Juni 2023 dari sebelumnya di level 14,99 persen pada Juni 2022. 

Tingkat pengembalian ekuitas atau return on equity (ROE) pun ikut terkerek dari zona negatif menjadi 4,24 persen dibanding sebelumnya -10,74 persen. Pada periode yang sama tingkat pengembalian aset atau return on assets (ROA) pun berbalik positif menjadi 3,61 persen dibanding periode tahun lalu -3,77 persen.

Di samping itu, dari sisi rasio keuangan, rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) Bank Amar terpantau menguat 7.599 basis poin (bps) menjadi 125,96 persen pada Juni 2023 dibanding periode yang sama tahun lalu 49,97 persen.

Rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) pun mengalami penurunan 3.538 bps menjadi 85,82 persen pada semester I/2023 dari level 121,20 persen pada semester I/2022. Hal ini menunjukkan AMAR makin efisien perbankan dalam menjalankan usahanya.

Tak hanya itu, rasio kredit bermasalah atau nonperforming loan (NPL) juga mengalami perbaikan. NPL gross tercatat turun 203 bps menjadi 7,33 persen dari 9,36 persen, sedangkan NPL net turun 80 bps dari 2,64 persen menjadi 1,84 persen per semester I tahun ini.

Sementara, dari kondisi sisi kredit, Bank Amar tercatat turun tipis satu persen, dari Rp2,26 triliun menjadi Rp2,24 triliun pada Juni 2023. Meski begitu, Bank Amar mencatatkan kenaikan aset 23 persen yoy menjadi Rp4,67 triliun pada semester I/2023 dari sebelumnya Rp3,81 triliun.

Pada sisi pendanaan, AMAR telah meraup total simpanan nasabah Rp1,10 triliun, turun 12 persen dari capaian pada periode sebelumnya Rp1,24 triliun, yang disebabkan oleh simpanan dana murah atau current accounts savings accounts (CASA) yang juga turun 19 persen yoy menjadi Rp176,49 miliar dari sebelumnya Rp218,59 miliar. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Arlina Laras
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper