Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Laba Bersih Bank Grup Salim (BINA) Melesat 79,77% YoY Kuartal III/2023

PT Bank Ina Perdana Tbk. (BINA) milik taipan Anthony Salim membukukan laba bersih Rp170,49 miliar pada kuartal III/2023 atau tumbuh 79,7% YoY
PT Bank Ina Perdana Tbk. (BINA)./bankina.co.id
PT Bank Ina Perdana Tbk. (BINA)./bankina.co.id

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Bank Ina Perdana Tbk. (BINA) milik taipan Anthony Salim membukukan laba bersih Rp170,49 miliar pada kuartal III/2023.

Jika dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama tahun sebelumnya, angka tersebut melesat 79,77% dari periode sebelumnya pada yaitu Rp94,83 miliar pada kuartal III/2022.

Berdasarkan laporan keuangan yang dikutip Bisnis, Minggu (29/10/2023) laba bank terdorong oleh capaian pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) Rp567,28 miliar, naik 37,49% persen yoy.

Bank Ina juga meraup pendapatan berbasis komisi atau fee based income yang naik 18,38% menjadi Rp8,85 miliar pada September 2023 dibanding periode yang sama tahun lalu yakni Rp7,47 miliar.

Pendapatan lainnya juga naik 48,48% yoy menjadi Rp13,82 miliar dibanding tahun lalu yaitu Rp9,31 miliar  

Selanjutnya, Bank Ina juga mencatatkan perbaikan rasio profitabilitas. Rasio imbal ekuitas (return on equity/ROE) BINA naik 125 bps menjadi 6,74% dari sebelumnya di level 5,49%. Lalu, rasio imbal balik aset (return on asset/ROA) bank naik 39 bps menjadi 1,32%.

Bank juga makin efisien ditandai dengan rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) turun 200 bps dari level 84,38% pada September 2022 menjadi 82,39% pada September 2023. 

Kemudian, dari sisi intermediasi, Bank Ina telah menyalurkan kredit Rp12,31 triliun per kuartal III/2023, melonjak 42,39% yoy. Alhasil, aset pun naik 16,05% yoy menjadi Rp23,56 triliun dari yang sebelumya Rp20,3 triliun. 

Seiring dengan pertumbuhan kredit, rasio kredit bermasalah (nonperforming loan/NPL) gross mengalami kenaikan 47 bps ke level 1,99% dari sebelumnya 1,52%. Sedangkan, NPL net  turun tipis dari level 0,56% menjadi 0,55% 

Adapun, dari sisi pendanaan, Bank Ina telah meraup dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp19,39 triliun, naik 10,55% yoy dari periode yang sama tahun lalu Rp17,54 triliun. Bank Ina juga telah meraup dana murah atau current account savings account (CASA) Rp5,06 triliun, turun 41,45% dari sebelumnya Rp8,65 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Arlina Laras
Editor : Leo Dwi Jatmiko
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper