Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Indonesia Masuk Geng Anti Pencucian Uang (FATF), Ketua OJK Ungkap Dampaknya

Indonesia resmi diterima sebagai anggota penuh Financial Action Task Force on Money Laundering and Terrorism Financing (FATF) pada 25 Oktober 2023.
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar dalam acara peluncuran Bursa Karbon Indonesia, Selasa (26/9/2023) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. / YouTube OJK
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar dalam acara peluncuran Bursa Karbon Indonesia, Selasa (26/9/2023) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. / YouTube OJK

Bisnis.com, JAKARTA -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menuturkan tergabungnya Indonesia dalam Financial Action Task Force on Money Laundering and Terrorism Financing (FATF) menunjukkan kualitas sistem pengawasan keuangan di Indonesia telah kuat.

Mahendra Siregar, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menuturkan, penetapan Indonesia sebagai anggota FATF ditetapkan pada 25 Oktober 2023.

Penetapan Indonesia sebagai anggota FATF terjadi secara aklamasi dan menjadi anggota ke-40.

"Menunjukkan sektor jasa keuangan nasional memenuhi dalam anti pencucin uang, terorisme, dan senjata pemusnah masal," kata Mahendra dalam Konferensi Pers RDK Bulanan Oktober 2023, Senin (30/10/2023).

Menurutnya, dampak Indonesia bergabung secara penuh di FATF ini maka sistem keuangan Indonesia telah sejajar dengan negara anggota G20 lainnya. "[Ini menunjukkan] Sistem keuangan yang semakin kuat," katanya.

Dalam pernyataan tertulisnya, Kementerian Komunikasi dan Informatika mencatat Indonesia telah mengajukan diri menjadi anggota FATF sejak 2018 sebagai Observer.

Artinya, setelahnya sistem keuangan Indonesia masuk proses uji terkait kepatuhan dan efektifitas rejim APUPPT Indonesia

Pada FATF Plenary bulan Februari 2023, Indonesia diberikan jalur fast-track dalam melaksanakan Action Plan yang berfokus pada Immediate Outcome (IO) 3 tentang pengawasan kepatuhan, IO 8 tentang perampasan aset, dan IO 11 tentang pendanaan proliferasi senjata pemusnah massal.

Dengan menjadi anggota penuh FATF, semakin luas kesempatan untuk Indonesia untuk memajukan kepentingan Indonesia dan merebut peluang emas di kancah internasional menuju Indonesia Emas 2045”, ungkapnya.

Manfaat Indonesia Diterima Sebagai Anggota FATF

Keanggotaan Indonesia di FATF akan meningkatkan kredibilitas perekonomian nasional dan persepsi positif. Dampaknya, sistem keuangan Indonesia akan menarik investasi baik dari dalam maupun luar negeri. Kepercayaan investor kepada pemerintah akan meningkat karena keyakinan bahwa uang yang mereka investasikan di Indonesia aman dan berisiko rendah terhadap terjadinya pencucian uang maupun pendanaan terorisme.

Sedangkan Terkait penegakan hukum, Indonesia dapat meningkatkan efektifitas kerjasama internasional melalui dukungan kuat jejaring negara anggota FATF untuk mengungkap kasus TPPU dan TPPT lintas negara termasuk pemulihan aset.

Selain itu, dengan status sebagai anggota penuh FATF, Indonesia dapat berkontribusi memberi warna kebijakan strategis global terkait APU-PPT sesuai dengan perspektif dan kepentingan Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Anggara Pernando
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper