Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

BTN (BBTN) Estimasi Laba Rp3,2 Triliun, Syaratnya Klaim Asuransi Kredit Jiwasraya Cair

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) optimistis target laba bersih Rp3,2 triliun pada tahun buku 2023 seiring estimasi pencairan asuransi kredit macet.
Karyawan mencoba layanan terbaru dalam aplikasi milik Bank Tabungan Negara./Istimewa
Karyawan mencoba layanan terbaru dalam aplikasi milik Bank Tabungan Negara./Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) optimistis target laba bersih Rp3,2 triliun pada tahun buku 2023 akan tercapai. Sebab, outstanding kredit macet yang mencapai Rp500 miliar di PT Asuransi Jiwasraya (Persero) atau Jiwasraya akan dilunasi Desember 2023.

Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan BTN menargetkan laba bersih tahun buku Rp3,2 triliun hingga akhir 2023, tumbuh 8% secara tahunan (year-on-year/yoy). Adapun, hingga September 2023, laba BTN baru mencapai Rp2,31 triliun. 

"Kami optimis [target laba] akan tercapai, karena kita ada satu deal, sepakat dengan Jiwasraya," kata Nixon dalam public expose pada Rabu (29/11/2023).

Kesepakatan dengan Jiwasraya itu terkait dengan pembayaran klaim asuransi dengan nilai mencapai Rp700 miliar. Namun, nilai pembayaran yang sudah asesmen per Desember 2023 mencapai Rp500 miliar.

"Angkanya bisa nambah jadi Rp600 miliar. Mudah-mudahan itu menjadi solusi income ke BTN. Kalau dapat Rp500 miliar, kami yakni target Rp3,2 triliun tercapai, bahkan ada lebih sedikit," kata Nixon.

Sebagaimana diketahui, BTN masih memiliki outstanding kredit macet (non-performing loan/NPL) dari kredit pemilikan rumah (KPR) di Jiwasraya. Nilai piutang jumbo ini berasal dari klaim asuransi jiwa kredit yang belum dibayarkan oleh Jiwasraya.

Asal muasal kredit macet tersebut karena sebelumnya perusahaan pernah menjalin kerja sama dengan Jiwasraya berupa asuransi jiwa kredit.

Adapun, seiring dengan bermasalahnya Jiwasraya, liabilitasnya kemudian dialihkan ke IFG Life. Direktur Utama IFG Hexana Tri Sasongko menjelaskan bahwa kredit macet senilai Rp500 miliar ke BTN itu merupakan nasabah yang berasal dari produk asuransi jiwa kredit. Menurutnya telah dicapai kesepakatan skema penyelesaian tagihan ini dengan BTN.

“Sehingga segera setelah nanti pendanaannya tersedia, langsung dibedakan ke IFG Life, semoga target waktunya tahun ini atau paling lambat awal kuartal I/2024 selesai,” ujarnya.

Hexana mengatakan bahwa hanya terdapat satu polis atas nama Bank BTN. Namun, terdapat sekitar 600.000-an peserta yang berasal dari nasabah-nasabah asuransi jiwa kredit BTN yang dijamin oleh Jiwasraya kala itu.

Lebih lanjut, Hexana menyampaikan bahwa proses pengalihan restrukturisasi akan berlangsung cepat, yakni melalui penandatangan akta pengalihan antara Jiwasraya dengan IFG Life.

“Kemudian solusinya adalah kita restrukturisasi, yaitu kita perbaiki term and condition-nya supaya menjadi sehat, supaya ketika dipindahkan ke IFG Life itu merupakan portofolio yang sehat, sehingga keberlangsungan pembayaran manfaat akan dilakukan di IFG Life,” tandas Hexana.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper