Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Merger Bank Nobu dan Bank MNC Terus Jalan, Diperkirakan Rampung Juni 2024

Rencana merger Bank Nobu (NOBU) dan Bank MNC (BABP) mengemuka sejak awal 2023, tetapi hingga kini belum selesai.
Logo PT Bank MNC Internasional Tbk. (BABP) dan PT Bank National Nobu Tbk. (NOBU).
Logo PT Bank MNC Internasional Tbk. (BABP) dan PT Bank National Nobu Tbk. (NOBU).

Bisnis.com, JAKARTA — Merger PT Bank MNC Internasional Tbk. (BABP) milik konglomerat Hary Tanoesoedibjo dengan PT Bank Nationalnobu Tbk. (NOBU) milik taipan James Riady belum juga rampung meski sudah berganti tahun. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pun buka suara.

Rencana merger kedua bank memang mengemuka sejak awal 2023. OJK sempat memproyeksikan penggabungan bank milik konglomerat itu rampung pada Agustus 2023. Namun, hingga berganti tahun merger NOBU dan BABP belum juga selesai.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan progres merger kedua bank sebenarnya terus berjalan.

"Ya memang kalau selama ini ada sedikit persoalan teknis, masalah yang terkait proses hukum, masalah bagaimana merger itu dilakukan, siapa yang akan jadi core kegiatan bisnis, akan fokus ke mana dan lain sebagainya," ujarnya setelah acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) pada Selasa (20/2/2024).

Meski begitu, dia meyakini merger kedua bank akan tetap terlaksana dan tidak ada rencana pembatalan. Merger kedua bank pun tidak atas dasar keterpaksaan. "Mereka sendiri yang menawarkan bahwa mereka ingin merger," tutur Dian.

Dia pun berharap agar permasalahan teknis terkait merger NOBU dan BABP akan segera selesai. "Mudah-mudahan kalau tidak ada masalah lebih lanjut, prosesnya kira-kira [selesai] Juni," ungkapnya.

Sebelumnya, baik Bank MNC maupun Bank Nobu juga telah menjawab terkait rencana merger tersebut. Corporate Secretary Bank MNC Heru Sulistiadhi sempat mengatakan merger dilakukan dalam rangka naik kelas menjadi kelompok bank dengan modal inti (KBMI) II, bukan untuk melakukan pemenuhan ketentuan modal inti Rp3 triliun.

Sebab, sempat diberitakan bahwa merger itu didorong OJK dikarenakan kedua bank berkepentingan memenuhi ketentuan modal inti minimum Rp3 triliun dari OJK.

Saat ini, baik BABP dan NOBU sama-sama masuk ke dalam KBMI I atau bank kelas bawah. BABP mempunyai modal inti Rp3,32 triliun per September 2023 dan NOBU memiliki modal inti Rp3,12 triliun pada periode yang sama. Apabila digabung, maka kedua bank akan naik kelas menjadi KBMI II.

Corporate Secretary NOBU Mario Satrio juga mengatakan rencana sinergi yang dilakukan dengan Bank MNC akan membawa dampak positif terhadap kinerja perseroan.

"Setiap corporate action yang dilakukan perseroan sejalan dengan POJK Konsolidasi Bank Umum dan bertujuan untuk mendukung pengembangan volume usaha perseroan dalam jangka panjang guna mewujudkan pertumbuhan yang berkelanjutan," kata Mario. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper