Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Subsidi Motor Listrik Masih Rendah, OJK Ungkap Tantangan Kredit di Indonesia

Rendahnya pembeli motor listrik membuat jumlah kredit yang dikucurkan lemah.
Bisnisgrafik - BID - 6 Mar - Hal 7 - Industri - Motor Listrik - Albir
Bisnisgrafik - BID - 6 Mar - Hal 7 - Industri - Motor Listrik - Albir

Bisnis.com, JAKARTA— Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkap tantangan kredit kendaraan listrik di Indonesia meski pemerintah melalukan intervensi melalui subsidi.

OJK mencatat meskipun beberapa pemain multifinance atau leasing sudah menyalurkan kredit kendaraan listrik, tetapi angkanya masih sedikit dibandingkan keseluruhan portofolio pembiayaan yakni sekitar 1–4%. 

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) Agusman mengatakan salah satu tantangannya yakni perilaku konsumen, di mana masyarakat Indonesia masih cenderung memilih kendaraan dengan harga jual kembali yang tinggi (resale value). 

“Mengingat baru berkembangnya produk EV [Electric Vehicle] saat ini, pasar mobil bekas untuk kendaraan EV belum terlalu matang sehingga terdapat kesulitan dalam standarisasi harga mobil EV bekas,” kata Agusman dalam jawaban tertulisnya dikutip Selasa (12/3/2024). 

Agusman menambahkan estimasi nilai jaminan (collateral value) mobil listrik juga lebih kompleks, karena komponen harga baterai yang cukup signifikan. Namun demikian, dia yakin dengan mempertimbangkan berbagai insentif yang diberikan oleh pemerintah dalam pengembangan pasar mobil EV baik di pasar primer dan pasar sekunder, perusahaan leasing akan semakin berperan aktif dalam melakukan penyaluran pembiayaan kepada sektor EV.

Diberitakan sebelumnya, beberapa pemain kredit kendaraan listrik mencatatkan peningkatan penyaluran sepanjang 2023. Namun memang angkanya belum terlalu signifikan apabila dibandingkan dengan keseluruhan portofolio pembiayaan. 

Misalnya saja PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) atau Adira Finance yang telah menyalurkan kredit kendaraan listrik sebanyak Rp189 miliar sepanjang 2023. Penyaluran kredit kendaraan listrik ini mengalami peningkatan 538% apabila dibandingkan dengan penyaluran sepanjang 2022 yang mencapai Rp29,6 miliar. 

Namun demikian, Chief Financial Officer (CFO) Adira Finance Sylvanus Gani mengatakan porsi pembiayaan listrik perseroan masih relatif kecil sekitar 0,4%. Diketahui, pembiayaan baru Adira Finance hingga Desember 2023 tercatat sebesar Rp41,6 triliun atau meningkat sebesar 31% dibandingkan Desember 2022. Adira Finance tetap menargetkan penyaluran pembiayaan kendaraan listrik meningkat sekitar 2x lipat dari pencapaian tahun 2023.

Berikutnya PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) atau CIMB Niaga Finance telah menyalurkan kredit mobil listrik sebanyak Rp336 miliar pada 2023. Penyaluran kredit tersebut meningkat 273% dibandingkan dengan 2022 yang hanya mencapai Rp90 miliar. 

Presiden Direktur CNAF Ristiawan Suherman menyebut kredit mobil listrik CNAF berkontribusi sebesar 4% dari total pembiayaan perseroan yang mencapai Rp8,94 triliun per Desember 2023. Ristiawan mengungkap untuk saat ini ada beberapa hal yang masih menjadi perhatian perusahaan untuk kendaraan ramah lingkungan, terutama harga kendaraan EV yang relatif mahal.  Selain itu infrastruktur charging station maupun servis yang masih sangat terbatas. 

“Kekhawatiran atas nilai jual Kendaraan EV yang jatuh karena belum terdapat pasar mobil second EV juga menjadi perhatian,” kata Ristiawan saat dihubungi Bisnis, Senin (22/1/2023). 

Di tengah tantangan tersebut, CNAF masih optimistis pembiayaan baru untuk kendaraan ramah lingkungan akan meningkat pada tahun ini. Pihaknya menargetkan kredit mobil listrik mencapai Rp400 miliar atau naik 19% dibandingkan pada 2023. 

Di sisi lain,  PT Mandiri Utama Finance (MUF) telah menyalurkan kredit kendaraan listrik senilai Rp282,7 miliar sepanjang 2023. Pembiayaan tersebut terdiri dari Hybrid Electric Vehicle (HEV) sebanyak Rp170,7 miliar dan Battery Electric Vehicle (BEV) senilai Rp112 miliar. 

Direktur Finance & Business Relationship Rully Setiawan menyebut pembiayaan kendaraan listrik pada tahun lalu belum terlalu besar dibandingkan dengan keseluruhan portofolio pembiayaan MUF. 

Kendaraan listrik hanya berkontribusi sebanyak 1,36% dari total keseluruhan pembiayaan perseroan yang mencapai Rp20,7 triliun pada 2023. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper