Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Investor Jepang Gencar Garap Bisnis Keuangan Ritel di Indonesia

Investor Jepang sedang gencar menggarap bisnis keuangan ritel di Indonesia, di antaranya melalui akuisisi multifinance dan pendanaan dompet digital.
Bendera Jepang/Istimewa
Bendera Jepang/Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Investor asal Jepang saat ini sedang gencar menggarap bisnis keuangan ritel di Indonesia. Paling anyar dapat terlihat dari aksi akuisisi dua perusahaan multifinance atau leasing oleh Bank BTPN dan juga pendanaan LinkAja oleh Mitsui &Co., Ltd.

Pada Rabu (27/3/2024), Bank BTPN mengumumkan selesainya akuisisi dua leasing, yaitu PT Oto Multiartha (OTO) dan PT Summit Oto Finance (SOF) senilai Rp6,55 triliun.

Usai resmi diakuisisi, kepemilikan saham OTO dan SOF menjadi Bank BTPN sebesar 51%, PT Summit Auto Group, yang merupakan anak usaha Sumitomo Corporation sebesar 34%, dan PT Sinar Mas Multiartha Tbk. sebesar 15%.

Sebagai informasi, Bank BTPN merupakan bagian dari raksasa keuangan terkemuka Jepang, Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC) Group. SMBC diketahui mengenggam saham BTPN sebesar 91,05%.

Lalu, Oto Multiartha dan Summit Oto Finance merupakan leasing yang sebagian sahamnya dimiliki oleh SMBC.

Henoch Munandar, Direktur Utama Bank BTPN mengatakan bahwa akuisisi Oto Multiartha dan Summit Oto Finance menjadi tonggak penting bagi perseroan dalam menyediakan portofolio bisnis yang lebih lengkap untuk melayani segmen nasabah lebih luas.

Selain itu, dengan bergabungnya Oto Grup ke sistem Bank BPTN dapat mendorong inovasi produk dan layanan agar semakin relevan.

“Serta memberikan nilai tambah dan mendorong terciptanya kehidupan yang lebih berarti bagi semua pemangku kepentingan terutama bagi nasabah kami,” kata Henoch dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (27/3/2024).

Henoch mengatakan pihaknya juga berharap dengan adanya akuisisi tersebut, Bank BTPN bisa menyediakan lebih banyak produk dan layanan sesuai kebutuhan pelanggan baik untuk kendaraan roda dua maupun roda empat.

Akuisisi ini juga, lanjut Henoch, akan membuka peluang baru bagi bank BPTN untuk meningkatkan sinergi antara layanan pembiayaan kendaraan dan layanan keuangan lainnya yang seperti tabungan, investasi dan layanan perbankan digital.

Ke depan, dengan layanan intergrasi bank BTPN akan berkolaborasi dengan Oto Grup melalui pembiayaan bersama atau joint financing, menciptakan ekosistem yang lebih luas bagi kedua entitas melalui pemanfaatan masing-masing jaringan cabangnya di Indonesia. Serta peningkatan sunber daya menusia melalui berbagai program pelatihan bersama.

“Sebagai pelopor bank digital kami akan mengakselerasi penetrasi pasar untuk pertumbuhan disegala segmen khususnya pembiayaan kendaraan bermotor dengan Oto grup,” kata Henoch.

Pada hari yang sama, dompet digital LinkAja, yang sahamnya dimiliki Telkom dan Bank BUMN, mengumumkan menerima pendanaan investasi strategis dari Mitsui & Co., Ltd. (Mitsui).

Investor Jepang Gencar Garap Bisnis Keuangan Ritel di Indonesia

Sales Promotion Girl (SPG) menunjukkan aplikasi LinkAja di Jakarta. Bisnis/Arief Hermawan P

Suntikan dari Mitsui ini merupakan yang pertama diterima oleh LinkAja. Melalui aksi korporasi tersebut, Mitsui berharap dapat mengembangkan bisnis keuangan digital.

Selain itu juga sebagai bukti komitmen dalam mempercepat kolaborasi strategis antara ekosistem BUMN dan ekosistem Mitsui dalam bidang teknologi informasi, ritel, atau bisnis lainnya, sebagai bagian untuk mempercepat inklusi ekonomi dan keuangan di Indonesia.

Shinichi Kikuchihara, Direktur Utama Mitsui Indonesia mengatakan bahwa pihaknya telah berbisnis sangat panjang di Indonesia. Entitas bisnis telah masuk ke Indonesia sejak 1901 hingga saat ini.

Di Indonesia, lanjut Shinichi, Mitsui beroperasi di sektor-sektor strategis seperti infrastruktur & energi, mobilitas, baja, kimia pangan & ritel, serta information & communication technology (ICT).

“Seiring dengan terus berjalannya proses digitalisasi, kami juga semakin memperluas fokus kami pada nilai ekonomi digital, termasuk keuangan digital di Indonesia,” kata Shinichi dalam keterangan resminya, dikutip Rabu (27/3/2024).

Dia menambahkan sebagai perusahaan dengan fondasi bisnis yang kuat dengan ekosistem pemegang saham yang solid, perusahaan meyakini Mitsui dan LinkAja dapat saling berkontribusi dalam perkembangan industri keuangan digital Indonesia.

Di sisi lain, Direktur Utama Link Aja Yogi Rizkian Bahar mengatakan lewat investasi strategis tersebut dapat membuka kesempatan LinkAja dan Mitsui untuk menggabungkan berbagai potensi dan unique competitive advantage keduanya untuk dapat berkontribusi pada ekonomi digital di Indonesia.

Pada tahun ini, LinkAja masih terus berfokus pada sinergi BUMN. Pada Februari 2024, LinkAja meluncurkan Program Pertukaran Poin Loyalti dalam ekosistem BUMN melalui AKHLAK Point dan memperkuat posisinya dalam program insentif penyaluran untuk beberapa BUMN. Inisiatif-inisiatif ini merupakan komitmen yang kuat terhadap sinergi kolaboratif antara LinkAja dan BUMN.

Kolaborasi ini juga bertujuan untuk meningkatkan ekosistem digital demi efisiensi dan efektivitas serta memberikan nilai tambah bagi perjalanan konsumen serta mendorong keberlanjutan bisnis perusahaan.

Adapun, pada 13 Maret 2024, Mitsunishi UFJ Financial Group (MUFG) Bank, Ltd. (MUBK) dan Adira Finance (ADMF) juga telah menyelesaikan pengambilalihan saham Mandala Finance dengan nilai transaksi Rp7,042 triliun.

Dengan demikian, MUFG Bank kini mengenggam 1,87 miliar saham atau sekitar 70,6% dan Adira memiliki 265 juta saham atau 10% dari seluruh saham yang dikeluarkan oleh Mandala Finance.

"MUBK dan ADMF telah menandatangani perjanjian-perjanjian jual beli bersyarat sehubungan dengan saham Mandala, di mana MUBK sepakat untuk membeli sekitar 70,6% dari seluruh saham yang dikeluarkan Mandala dan ADMF sepakat untuk membeli 10% dari seluruh saham yang dikeluarkan Mandala," tulis pengumuman MUFG Bank dan Adira Finance.

Adapun, tujuan dari pengambilalihan dan perubahan pengendali Mandala Finance tersebut adalah MUFG Bank dan Adira bermaksud untuk memanfaatkan kekuatan emiten multifinance dengan ticker MFIN tersebut, baik dalam produk maupun keberadaannya. "Untuk selanjutnya memperkuat dan memperluas usaha pembiayaan otomotifnya di Indonesia."

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper