Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Tren Modal Asing Cabut dari RI Berlanjut, Pekan Ini Rp1,36 Triliun

Jumlah aliran modal keluar ini lebih rendah dari pekan lalu atau periode 18 Maret hingga 22 Maret 2024.
Ilustrasi modal asing dalam bentuk mata uang dolar AS. Dok Freepik
Ilustrasi modal asing dalam bentuk mata uang dolar AS. Dok Freepik

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) melaporkan di tengah kondisi perekonomian global dan domestik terkini, sepanjang pekan ini (25 Maret – 27 Maret 2024) terdapat adanya aliran modal asing keluar senilai Rp1,36 triliun. 

Jumlah ini lebih rendah dari pekan lalu atau periode 18 Maret hingga 22 Maret, di mana aliran modal keluar mencapai Rp6,68 triliun yang bersamaan dengan pengumuman kemenangan Prabowo-Gibran dalam Pilpres 2024.

“Berdasarkan data transaksi 25 – 27 Maret 2024, nonresiden di pasar keuangan domestik tercatat jual neto Rp1,36 triliun,” kata Asisten Gubernur BI Erwin Haryono melalui keterangan resmi, dikutip Jumat (29/3/2024).

Erwin memerinci jumlah tersebut terdiri dari beli neto Rp0,97 triliun di pasar SBN, jual neto Rp1,59 triliun di pasar saham, dan jual neto Rp0,74 triliun di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Sepanjang tahun ini hingga 27 Maret 2024, BI mencatat nonresiden jual neto Rp33,31 triliun di pasar SBN. 

Nonresiden juga tercatat melakukan beli neto Rp28,90 triliun di pasar saham dan beli neto Rp20,05 triliun di SRBI.

Beriringan dengan hal tersebut, premi credit default swap (CDS)  Indonesia 5 tahun per 27 Maret 2024 sebesar 71,39 bps, naik dibandingkan 22 Maret 2024 sebesar 70,90 bps. Premi ini juga berlanjut naik dari 15 Maret yang sebesar 68,32 bps. 

Sementara itu, tingkat imbal hasil SBN 10 tahun pada Kamis pagi (28/3/2024) tercatat naik dan berada di angka 6,73% dari level 6,7% pada Rabu (27/3/2024). 

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pun dibuka pada level (bid) Rp15.860, dari Rabu sore pada level (bid) Rp15.850 per dolar AS.

Ke depan, Erwin menegaskan bahwa BI terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper