Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bank Neo Commerce (BBYB) Beberkan Siasat Balikkan Rugi jadi Laba Tahun Ini

Bank Neo Commerce (BBYB) mengungkapkan sejumlah fokus perusahaan untuk meraup laba pada akhir tahun ini.
Karyawan melayani nasabah di digital lounge PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB) di Jakarta, Selasa (22/8/2023). Bisnis/Fanny Kusumawardhani
Karyawan melayani nasabah di digital lounge PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB) di Jakarta, Selasa (22/8/2023). Bisnis/Fanny Kusumawardhani

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB) optimistis kinerja perusahaan bakal meningkat dan makin membaik hingga akhir 2024. Usai membukukan rugi, sinyal positif atas profit makin terlihat pada awal tahun ini. 

Direktur Bisnis Bank Neo Commerce Aditya Windarwo mengatakan saat ini perseroan telah melayani berbagai kalangan nasabah, baik nasabah perorangan, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga nasabah korporasi.

“Hal ini seiring dengan semakin lengkapnya layanan dan produk yang tersedia di BNC, terutama di aplikasi neobank dan melalui corporate internet banking [CIB],” ujarnya pada Bisnis, Senin (6/5/2024).

Selain melayani nasabah di berbagai segmen, Aditya menuturkan fokus BBYB ke depan adalah meningkatkan jumlah nasabah aktif dan terus inovatif dengan terus memperlengkap layanan keuangan yang ditawarkan.

Tercatat, saat ini masyarakat dapat menggunakan beragam layanan, mulai dari berbagai layanan transaksi keuangan harian seperti pembayaran melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), pembayaran melalui Virtual Account (VA), sampai dengan transaksional harian melalui Payment Point Online Banking (PPOB), transaksional bisnis, dan payroll.

Lebih lanjut, dalam menjalankan aktivitas perbankan, BBYB juga mempertahankan tren perbaikan pada efisiensinya, tecermin dari beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) yang terus menyusut dari waktu ke waktu. 

Adapun, menilik laporan keuangan hingga akhir 2023, perseroan mencatatkan BOPO berada di level 112,27% susut 1.501 basis poin (bps) dari 127,28% pada Desember 2022. Makin turun rasio BOPO menunjukkan semakin efisiennya perbankan dalam menjalankan usahanya.

Lebih lanjut, terkait penyaluran kredit, Aditya menuturkan bank tetap akan menjaga pertumbuhan bisnis yang terukur, serta mengutamakan prinsip kehati-hatian baik dalam penyaluran kredit segmen produktif maupun konsumtif. 

“Hal ini dilakukan sebagai bentuk mitigasi risiko dalam rangka menjaga tingkat kesehatan portofolio bank,” ucapnya. 

BBYB memang diketahui masih terus mencatat kerugian, setidaknya hingga akhir Desember 2023. Saat itu, BNC membukukan rugi bersih Rp573,18 miliar pada 2023. Rugi ini susut dibandingkan rugi bersih pada tahun sebelumnya Rp789,05 miliar. 

Penyusutan rugi bersih bank didorong oleh peningkatan pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) 86,32% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp3,1 triliun pada 2023. Margin bunga bersih (net interest margin/NIM) bank pun naik dari 13,83% pada 2022 menjadi 18,39% pada 2023.

Meski demikian, kinerja bisnis perbankan mulai mengalami perbaikan yang terlihat dari rugi bersih BBYB yang terus menyusut sejak semester I/2023. Emiten bank digital ini meyakini mampu menorehkan laba bersih pada akhir 2024. 

Melansir dari laporan keuangan bulanan, per Februari 2024, BBYB mencetak laba bersih Rp11,06 miliar, naik tipis dari sebelumnya 2,26% secara tahunan dibanding tahun sebelumnya Rp10,81 miliar. 

Kenaikan laba ini terdorong pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) yang tumbuh 18,79% mencapai Rp549,79 miliar yoy dari sebelumnya Rp462,84 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Arlina Laras
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper