PERBANKAN SYARIAH: Asbisindo Balikpapan Prediksi Capai Pangsa Pasar 7%

BISNIS.COM, BALIKPAPAN--Asosiasi Perbankan Syariah Indonesia (Asbisindo) Balikpapan memerkirakan penguasaan pangsa pasar perbankan syariah terhadap aset perbankan di Balikpapan bisa mencapai 7% pada kuartal II/2013.
Rachmad Subiyanto
Rachmad Subiyanto - Bisnis.com 09 Mei 2013  |  18:36 WIB

BISNIS.COM, BALIKPAPAN--Asosiasi Perbankan Syariah Indonesia (Asbisindo) Balikpapan memerkirakan penguasaan pangsa pasar perbankan syariah terhadap aset perbankan di Balikpapan bisa mencapai 7% pada kuartal II/2013.

Ketua Asbisindo Balikpapan Nurfi Majidi menyebutkan tren pertumbuhan perbankan syariah masih cukup baik sepanjang kuartal I/2013.

Tercatat, penguasaan pangsa pasar perbankan syariah mencapai 6,82% atau meningkat 0,41% dibandingkan dengan kuartal IV/2012.

"Kalau melihat trennya, kemungkinan bisa menembus 7% penguasaaan pasarnya," ujarnya kepada Bisnis, Rabu (8/5/2013).

Pertumbuhan penyaluran pembiayaan menjadi penopang dalam moncernya penguasaan pangsa pasar tersebut.

Apabila akhir tahun lalu penyaluran pembiayaan tercatat sebesar Rp1,23 triliun, pada kuartal I/2013 penyaluran pembiayaan telah mencapai Rp1,34 triliun.

Sektor perumahan menjadi salah satu pemberi sumbangan tertinggi terhadap penyaluran pembiayaan perbankan syariah di Balikpapan.

Nurfi menyebutkan selain perumahan, juga ada pembiayaan pada industri berskala menengah besar yang nilainya cukup mampu mendongkrak kinerja pembiayaan.

"Perumahan masih mendominasi. Tetapi ada juga yang mencoba di pembiayaan produktif skala menengah besar yang mampu mendongkrak jumlah pembiayaan," tukasnya.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan Tutuk S.H. Cahyono mengakui pertumbuhan perbankan syariah lebih cepat dibandingkan dengan perbankan konvensional.

Apabila dilihat secara tahunan, rerata pertumbuhan ketiga indikator perbankan yakni aset, dana pihak ketiga (DPK) dan pembiayaan perbankan syariah berkisar pada angka 30%.

"Sampai kuartal I/2013, pertumbuhan indikator rerata 30%. Kalau dilihat rincian pertumbuhannya secara tahunan, aset bertumbuh 37,91%, pembiayaan sebesar 34,30% dan DPK bertumbuh 28%," katanya.

Dia berpendapat hal itu menjadi salah satu indikator masih menggeliatnya pertumbuhan perbankan syariah di Balikpapan.

Tutuk memerkirakan akan ada peningkatan penguasaan pangsa pasar di Balikpapan hingga mencapai 7%-8% pada akhir tahun.

Nurfi menambahkan untuk penghimpunan DPK, masih belum seagresif penyaluran pembiayaan. Pada kuartal I/2013, rasio pembiayaan terhadap penghimpunan dana (finance to deposit ratio /FDR) mencapai 118,85%.

Dia mengakui kecenderungan nasabah perbankan syariah menggunakan produk tabungan dan giro daripada deposito. Nilai yang lebih kecil menyebabkan laju penghimpunan DPK menjadi lebih lambat dibandingkan dengan pembiayaan.

Namun, dia menyebutkan masing-masing perbankan syariah memiliki karakteristik tersendiri dalam menggenjot penghimpunan DPK, seperti melalui promosi ataupun cara lain. (wde)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank indonesia, pembiayaan, balikpapan, dpk, asosiasi perbankan syariah indonesia (asbisindo), fdr

Sumber : Rachmad Subiyanto

Editor : Wiwiek Endah

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top