Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

40 Perusahaan Asuransi Berminat Garap Asuransi TKI

Bisnis.com, JAKARTA - Sekitar 40 perusahaan asuransi berminat untuk bergabung dengan konsorsium asuransi tenaga kerja Indonesia (TKI) yang akan dibentuk oleh Kementerian Tenaga Kerja & Transmigrasi dalam waktu dekat.Kendati konsorsium asuransi TKI
Yodie Hardiyan
Yodie Hardiyan - Bisnis.com 29 Juli 2013  |  10:22 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Sekitar 40 perusahaan asuransi berminat untuk bergabung dengan konsorsium asuransi tenaga kerja Indonesia (TKI) yang akan dibentuk oleh Kementerian Tenaga Kerja & Transmigrasi dalam waktu dekat.

Kendati konsorsium asuransi TKI itu dibentuk oleh Kementerian Tenaga Kerja & Transmigrasi (Kemenakertrans), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai regulator yang mengawasi industri perasuransian juga terlibat dalam pemeriksaan kelayakan perusahaan yang berminat itu.

Ngalim Sawega, Deputi Komisioner Pengawas I Industri Keuangan Nonbank OJK, mengatakan pihaknya ikut memeriksa kesehatan keuangan perusahaan yang hendak tergabung dalam konsorsium.

Seperti diketahui sebelumnya, OJK menghentikan 10 perusahaan asuransi dan satu pialang asuransi yang tergabung dalam konsorsium asuransi TKI untuk tidak lagi melanjutkan pertanggungan tersebut karena ada indikasi penyalahgunaan penggunaan dana.

Dengan tidak beroperasinya kon sorsium yang lama, OJK meminta Kemenaketrans untuk membentuk minimal dua konsorsium asuransi TKI yang baru, agar terjadi persaingan yang sehat antarpenyelenggara.

Menurut Peraturan Menakertrans No.07/2010 tentang Asuransi TKI, perusahaan yang akan tergabung dalam konsorsium itu harus mendapat persetujuan menteri. Perusahaan yang telah tergabung dalam satu konsorsium tidak boleh terlibat dalam konsorsium lainnya.

BACA SELENGKAPNYA: http://epaper.bisnis.com/index.php/ePreview?OldID=21#

 

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asuransi TKI menakertrans
Editor : Yusran Yunus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top