Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Meski Ada Lembaga Penjamin, Perusahaan Asuransi Tetap Harus Bertanggung Jawab

fungsi lembaga penjamin polis adalah sebagai benteng penjaminan terakhir setelah dipastikan bahwa sistem pengawasan dan pengelolaan perusahaan asuransi berjalan dengan baik.
Farodilah Muqoddam
Farodilah Muqoddam - Bisnis.com 27 Oktober 2013  |  19:46 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Perusahaan asuransi harus bertanggung jawab penuh terhadap pemenuhan hak terhadap nasabah ketika izin usahanya dicabut, kendatipun regulator mewacanakan pembentukan Lembaga Penjamin Polis Asuransi.

Edy Tuhirman, CEO PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia, menilai fungsi lembaga penjamin polis merupakan benteng penjaminan terakhir setelah dipastikan sistem pengawasan dan pengelolaan perusahaan asuransi berjalan dengan baik.

Oleh karena itu, diperlukan pengawasan sangat ketat terhadap kesehatan keuangan industri asuransi untuk memastikan tidak ada potensi kelemahan.

“Tidak ada lain, perusahaan asuransi harus dikelola dengan benar,” ujarnya di sela-sela media workshop Asuransi Generali, Minggu (27/10/2013).

Skema penjaminan asuransi rencananya akan diatur dalam UU Usaha Perasuransian, revisi dari UU Asuransi yang diterbitkan 21 tahun lalu, yang hingga kini masih dalam pembahasan antara parlemen dan pemerintah.

Dalam Bab Perlindungan Pemegang Polis disebutkan perusahaan asuransi maupun asuransi syariah serta reasuransi wajib menjadi peserta program penjaminan tertanggung. Penyelenggaraan program penjaminan itu akan diatur oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asuransi lps polis
Editor :

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top