Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kinerja Perbankan Syariah di Sumbar Tumbuh

Kinerja perbankan syariah di Sumatra Barat mengalami pertumbuhan pesat. Sampai Agustus 2013, Kantor Perwakilan Bank Indonesia wilayah VIII mencatat aset perbankan syariah mencapai Rp4,45 triliun.
Heri Faisal
Heri Faisal - Bisnis.com 05 Desember 2013  |  15:55 WIB
Kinerja Perbankan Syariah di Sumbar Tumbuh
Bagikan

Bisnis.com, PADANG - Kinerja perbankan syariah di Sumatra Barat mengalami pertumbuhan pesat. Sampai Agustus 2013, Kantor Perwakilan Bank Indonesia wilayah VIII mencatat aset perbankan syariah mencapai  Rp4,45 triliun.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Wilayah VIII Mahdi Mahmudy  mengatakan pertumbuhan kinerja aset, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK), dan pembiayaan perbankan syariah di Sumbar tumbuh hingga 10%.

"Pertumbuhannya hingga 10%, jauh di atas pertumbuhan nasional yang hanya 5%-6%," katanya di Padang, Kamis (5/12/2013).

Kajian ekonomi regional (KER) triwulan II yang dilakukan Bank Indonesia wilayah VIII mencatat aset perbankan syariah sebesar Rp4,24 triliun atau tumbuh 24,5% dari triwulan sebelumnya yang hanya 20,9%.
Bahkan sampai Agustus tahun ini aset syariah tercatat Rp4,45 triliun.

Pertumbuhan dari sisi pembiayaan juga meningkat 24,3%. Peningkatan tersebut kata Mahdi ditopang tingginya animo pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) menggunakan jasa perbankan syariah.

Sementara itu pangsa kredit modal kerja mengalami peningkatan mencapai 25,7% dari total pembiayaan yang mencapai angka Rp2 triliun. DPK juga tumbuh mencapai 31,1%. Dari Rp2,1 triliun dana yang dihimpun, pangsa pasar deposito mencapai 55,7%.

"Pertumbuhan syariah di Sumbar memang pesat sekali. Saya kira itu juga tidak lepas dari budaya masyarakat yang hidup dalam budaya minang yang kental islamnya," ujarnya.

Dia menyebutkan saat ini sudah ada 11 bank umum syariah di Sumbar. Financing to Deposit Ratio (FDR) bank syariah mencapai 172,3%, sementara Non Performing Financing (NPF) juga terjaga 1,37%.
Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Sumbar Suryadi Asmi mengatakan pertumbuhan perbankan syariah tidak lepas dari komitmen pemerintah daerah menggalakkan ekonomi syariah yang sebenarnya sudah mengakar di masyarakat.

"Geliat ekonomi syariah memang terasa di Sumbar. Ini saya kira perlu terus dijaga dan digalakkan. Begitu juga dengan perbankan syariah bahkan sudah diminati juga oleh nasabah non muslim," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan syariah industri perbankan
Editor : Martin Sihombing
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top