Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

InHealth Jadi Model Koordinasi Manfaat BPJS Kesehatan

PT Asuransi Jiwa InHealth Indonesia akan menjadi model coordination of benefit (CoB atau koordinasi manfaat) dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.
Yodie Hardiyan
Yodie Hardiyan - Bisnis.com 24 Desember 2013  |  03:20 WIB
InHealth Jadi Model Koordinasi Manfaat BPJS Kesehatan
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Asuransi Jiwa InHealth Indonesia akan menjadi model coordination of benefit (CoB atau koordinasi manfaat) dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Fachmi Idris, Direktur Utama PT Askes, mengatakan InHealth pernah menjadi referensi Askes dalam proses CoB tersebut. “InHealth pernah menjalankan CoB dengan Askes. Nah, dia bisa menjadi referensi,” katanya, Senin (23/12).

Fachmi mengatakan BPJS Kesehatan membutuhkan mitra dari perusahaan asuransi komersial yang memiliki program asuransi kesehatan. “Kami juga ada MoU [nota kesepahaman] dengan Asosiasi Asuransi Umum Indonesia dan Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia terkait COB itu,” katanya.

Berdasarkan pasal 24 dari Peraturan Presiden No.12/2003 tentang Jaminan Kesehatan, peserta BPJS yang menginginkan kelas perawatan yang lebih tinggi dari haknya diperkenankan mengikuti asuransi kesehatan tambahan.

 Seperti diketahui, seiring proses perubahan Askes menjadi BPJS Kesehatan, InHealth sebagai anak usaha Askes telah dijual kepada PT Bank Mandiri Tbk, PT Asuransi Jasa Indonesia dan PT Kimia Farma Tbk.

Direktur Utama Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin ‎mengatakan nantinya perseroan akan memiliki 80% saham InHealth, sedangkan Kimia Farma dan Jasindo masing-masing memiliki 10% kepemilikan saham.

 Sebagai sebuah perusahaan asuransi jiwa, kinerja InHealth dianggap bagus. Sampai kuartal III/2013, laba perseroan mencapai Rp93,7 miliar atau tumbuh 15,15% dibandingkan dengan Rp81,4 miliar pada periode sebelumnya.

Perolehan laba itu ditopang oleh pengumpulan premi bruto Rp1,1 triliun pada kuartal III/2013 atau tumbuh 21,6% dibandingkan dengan Rp914,61 miliar pada periode sama sebelumnya. Beban klaim sampai kuartal III/2013 mencapai Rp882 miliar.

 Aset perusahaan yang didirikan 2011 itu kini mencapai Rp1,7 triliun. Dalam laporan keuangan InHealth per 31 Desember 2012, rasio pencapaian tingkat solvabilitas perusahaan mencapai 335,84% atau lulus ketentuan yang ditetapkan oleh pemerintah sebesar 120%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

askes inhealth sahamaskes
Editor : Bambang Supriyanto
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top