PNM Berencana Emisi Obligasi Rp2 Triliun

PT Permodalan Nasional Madani (Persero) berencana menerbitkan obligasi senilai Rp2 triliun pada semester II tahun ini untuk mendukung rencana penyaluran pembiayaan perusahaan pembiayaan pelat merah itu.
Herdiyan | 02 Maret 2014 19:02 WIB
/Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA—PT Permodalan Nasional Madani (Persero) berencana menerbitkan obligasi senilai Rp2 triliun pada semester II tahun ini untuk mendukung rencana penyaluran pembiayaan perusahaan pembiayaan pelat merah itu.

Direktur Utama Permodalan Nasional Madani (PNM) Parman Nataatmadja menuturkan perseroan kemungkinan akan merilis surat utang itu dengan skema penawaran umum berkelanjutan (PUB).

Bisa saja, obligasi yang ditarik tahun ini tidak segitu [Rp2 triliun], mungkin bisa Rp500 miliar atau Rp1 triliun dulu. Intinya, tergantung pasar dan kebutuhan penyaluran pembiayaan,” katanya kepada Bisnis, Minggu (2/3/2014).

Menurut Parman, perusahaan pembiayaan yang fokus kepada sektor usaha mikro dan kecil menengah (UMKM) itu menargetkan penyaluran pembiayaan tumbuh sekitar 20% menjadi Rp3,7 triliun hingga Rp3,8 triliun tahun ini dari realisasi tahun lalu.

Dari target itu, perseroan berencana mencari dana eksternal hingga Rp4 triliun dari berbagai sumber, seperti pendanaan perbankan, obligasi, hingga reksadana penyertaan terbatas (RDPT) berbasis UMKM.

Untuk instrumen pendanaan perbankan, ungkap Parman, setidaknya ada 16 bank yang telah menyatakan kesiapannya membantu perseroan guna menyalurkan pembiayaan, baik bank pelat merah maupun swasta.Setidaknya 35% hingga 40% pembiayaan tahun ini bersumber dari perbankan, sedangkan sisanya berasal obligasi dan RDPT,” tuturnya.

Adapun khusus untuk RDPT, perseroan akan memaksimalkan peran anak usaha, yakni PT PNM Investment Management.

Penyaluran pembiayaan PNM mengalami pertumbuhan dari tahun ke tahun. Tercatat, total dana yang telah disalurkan PNM sejak berdiri hingga Desember 2013 mencapai Rp16,97 triliun, dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 1,46 juta pelaku UMKM.

Sepanjang tahun lalu, PNM memperluas jaringan dengan menambah 100 unit Unit Layanan Modal Mikro (UlaMM), 22 kluster, tiga kantor cabang pembantu, serta meningkatkan status empat kantor cabang pembantu menjadi kantor cabang.

Dengan demikian, saat ini PNM memiliki 705 jaringan layanan, yang terdiri dari 26 cabang, empat cabang pembantu, 97 kluster, dan 577 unit UlaMM yang menjangkau 2.799 kecamatan di seluruh Indonesia.

Tag : pnm, permodalan nasional madani
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top