Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pemilik Terbesar BTPN Beli Saham Bank di Hongkong

Bank asal Jepang, Sumitomo Mitsui Banking Corp., kembali mengincar penambahan saham di Bank of East Asia Ltd. di Hongkong untuk meningkatkan perolehan laba dan akses ke pasar di China.

Bisnis.com, JAKARTA—Bank asal Jepang, Sumitomo Mitsui Banking Corp., kembali mengincar penambahan saham di Bank of East Asia Ltd. di Hongkong untuk meningkatkan perolehan laba dan akses ke pasar di China.

Adapun dalam siaran pers di website resmi perseroan yang dikutip Sabtu (6/9/2014), Sumitomo Mitsui Banking Corp. telah menandatangani non-binding memorandum of understanding (MoU) untuk membeli 222 juta saham baru Bank of East Asia.

Dengan pembelian tersebut, kepemilikan saham bank asal Jepang tersebut naik dari 9,6% menjadi 17,5%.  

Sementara itu, Analis di Deutsche Bank AG di Tokyo Yoshinobu Yamada mengatakan induk perusahaan, Sumitomo Mitsui Financial Group Inc., memang berniat menambah akses ke China.

“Apalagi 40% kredit di Bank of East Asia berasal dari China,” ujar Yoshinobu seperti yang dilansir dari Bloomberg.

Hingga kini, Sumitomo Mitsui tercatat telah memiliki 16 kantor cabang di China. Sementara, Bank of East Asia memiliki 120 kantor cabang di wilayah tersebut.

Adapun tahun lalu, Sumitomo Mitsui Banking Corp. juga membeli 40% saham PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) senilai US$1,5 miliar.

Dengan pembelian tersebut, Sumitomo Mitsui menjadi pemegang saham terbesar di BTPN.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor : Rustam Agus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper