Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gagal Caplok Bank Mutiara, BRI Buru Bank Lain

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk menegaskan kegagalan mereka mengakuisisi PT Bank Mutiara Tbk tak membuat upaya akuisisi mereka terhenti.
Galih Kurniawan
Galih Kurniawan - Bisnis.com 16 September 2014  |  02:25 WIB
Ilustrasi - Antara
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Bank Rakyat Indonesia Tbk menegaskan kegagalan mereka mengakuisisi PT Bank Mutiara Tbk tak membuat upaya akuisisi mereka terhenti.

BRI masih mengincar sejumlah perusahaan lain termasuk bank yang potensial untuk diakuisisi.

“Kami menghormati keputusan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang tentunya sudah mempertimbangkan berbagai hal [dalam penentuan pemenang bidding Bank Mutiara],” ujar Sekretaris Perusahaan BRI Budi Satria kepada Bisnis belum lama ini.

Dia menambahkan strategi pertumbuhan anorganik akan terus dilakukan BRI. Pihaknya saat ini masih berminat untuk mengakuisisi bank lain.

BRI juga masih mencari peluang untuk mengakuisisi perusahaan sekuritas dan asuransi.

Kabar terakhir menyebutkan BRI siap mencaplok PT Asuransi Jiwasraya meski sejauh ini belum ada pernyataan resmi dari BRI terkait hal tersebut.

Jika merujuk pada pernyataan Direktur Utama BRI Sofyan Basir sebelumnya, BRI diketahui sudah menyiapkan dana Rp3 triliun untuk keperluan akuisisi.

BRI bahkan siap menggelontorkan dana Rp500 miliar untuk membeli perusahaan asuransi.

Menurut Sofyan perusahaan yang berhasil mereka akuisisi nantinya akan digabung dengan anak usaha yang sejenis.

BRI saat ini memiliki tiga anak usaha yakni PT Bank BRISyariah, PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk, dan BRIngin Remittance Co Ltd. Hong Kong.

Adapun PT. Asuransi Jiwa Bringin Jiwa Sejahtera (Bringin Life) belum menjadi anak usaha karena sebagian besar sahamnya masih dimiliki Dana Pensiun BRI.

Dalam paparan kinerja keuangan triwulan II/2014 pada Juli lalu, BRI menyebutkan laba konsolidasi mereka mencapai Rp11,75 triliun.

Jumlah itu tak jauh berbeda dengan laba bersih Bank BRI yang mencapai Rp11,72 triliun, atau naik 17,11% year on year.

Tak heran BRI pun terus berupaya memacu kinerja anak usahanya, salah satunya melalui strategi anorganik.

Apalagi kinerja Bank BRI di lingkup industri perbankan Tanah Air sudah tergolong baik. Tahun lalu mereka bahkan membukukan laba bersih hingga Rp21,16 triliun, tertinggi di antara bank BUMN lainnya.

Hingga akhir semester I/2014 pertumbuhan kredit BRI tercatat meningkat 17,19% dari Rp391,77 triliun menjadi Rp459,13 triliun.

Adapun non performing loan (NPL) tercatat 0,57%.

Hingga akhir triwulan II/2014 BRI berhasil mengumpulkan dana pihak ketiga (DPK) Rp488,45 triliun, tumbuh 11,27% year on year. Porsi dana murah mereka pun mencapai 57,3% dari total DPK.

Pada periode yang sama BRI juga mencatatkan net interest margin (NIM) 8,93%, lebih tinggi dari semester I/2013 yang hanya 8,08%.

Meskipun begitu belakangan BRI mengaku tetap mengantisipasi penurunan NIM pada semester II/2014 lantaran perlambatan kredit. Mereka sudah menyiapkan sejumlah efisiensi demi mencegah margin melorot.

Seperti diberitakan sebelumnya LPS telah menentukan perusahaan asal Jepang, J Trust Co. Ltd, sebagai pemenang bidding Bank Mutiara.

Hal itu terungkap dalam keterangan resmi yang disampaikan J Tust melalui website resmi mereka 12 September 2014.

Dalam pernyataannya J Trust menyampaikan pihaknya telah menerima informasi dari LPS terkait hasil penawaran akhir atas Bank Mutiara.

Mereka mengaku sudah mendapat lampu hijau untuk mengakuisisi 99,996% saham eks Bank Century tersebut.

J Trust bahkan telah menandatangani conditional share sale and purchase agreement (CSPA) pekan lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank mutiara
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top