Direktur AJB Bumiputera 1912 Mengundurkan Diri

Untuk kesekian kalinya, pejabat direktur di Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912 mengundurkan diri dari jabatannya karena alasan pribadi.
Yodie Hardiyan | 02 November 2014 20:55 WIB
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Untuk kesekian kalinya, pejabat direktur di Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912 mengundurkan diri dari jabatannya karena alasan pribadi.

Kali ini, Prasetya M. Brata mengundurkan diri dari jabatan Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum. Seorang sumber Bisnis mengatakan pengunduran diri Prasetya telah disetujui oleh Sidang Luar Biasa yang digelar oleh Badan Perwakilan Anggota (BPA) AJB Bumiputera pada Jumat (31/10/2014).

BPA merupakan perwakilan pemegang polis AJB Bumiputera yang tersebar di seluruh Indonesia dan terdiri dari 11 orang. Pemegang polis sendiri merupakan pemilik perusahaan yang berbadan hukum bukan perseroan terbatas tersebut.

Dikonfirmasi mengenai kabar pengunduran diri tersebut, Prasetya tidak membantah. “Sudah disetujui BPA dalam Sidang Luar Biasa kemarin,” katanya kepada Bisnis, Sabtu (1/11/2014).

Prasetya mengatakan pengunduran diri itu dilakukan karena ingin membangun profesi dan bisnis di bidang pelatihan (training). Dalam laman pribadinya, Prasetya menyebut dirinya sebagai public-speaker trainer.

Berdasarkan laman Bumiputera disebutkan Prasetya memulai karir di perusahaan asuransi berbadan hukum usaha bersama itu sejak 1991 sebagai clerk dan pernah menjabat sebagai Ketua Yayasan Dharma Bumiputera, Kepala Departemen Komunikasi Perusahaan dan sebagainya. “[Saya mundur] per 1 November 2014,” katanya.

Prasetya menjabat sebagai Direktur SDM dan Umum sejak 1 Oktober 2013 menyusul perombakan besar-besaran di pucuk pimpinan AJB Bumiputera yang salah satunya dipicu oleh pengunduran diri Cholil Hasan sebagai Direktur Utama pada September 2013.

Pada saat itu, Cholil mengundurkan diri karena masalah tata kelola perusahaan. Direktur Utama AJB Bumiputera saat ini yaitu Madjdi Ali juga sempat diisukan mengundurkan diri pada bulan lalu namun batal.

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top