Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pialang Asuransi Garap Rangka Kapal

Bisnis.com, JAKARTAGuna mengembangkan bisnisnya pada 2015, para pelaku industri pialang asuransi mencoba fokus pada tiga sektor, yakni rangka kapal, pengangkutan, dan surety bond.
Wan Ulfa Nur Zuhra
Wan Ulfa Nur Zuhra - Bisnis.com 20 Januari 2015  |  18:30 WIB
Ilustrasi - Forbes
Ilustrasi - Forbes

Bisnis.com, JAKARTA—Guna mengembangkan bisnisnya pada 2015, para pelaku industri pialang asuransi mencoba fokus pada tiga sektor, yakni rangka kapal, pengangkutan, dan surety bond.

Tim Penasihat Khusus Asosiasi Peruahaan Pialang Asuransi Indonesia (Apparindo) Freddy Pieloor mengatakan pihaknya melihat peluang yang besar pada tiga sektor itu. “Ini seiring dengan langkah pemerintah mengembangkan infrastruktur dan sektor kemaritiman,” ujarnya kepada Bisnis, belum lama ini.

Apa yang dibidik Apparindo sejalan dengan prediksi Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI). Direktur Eksekutif AAUI Julian Noor mengatakan, kemungkinan besar porsi lini asuransi akan mengalami banyak perubahan lima tahun ke depan. Hal tersebut disebabkan oleh adanya banyak perubahan kebijakan ekonomi dan pembangunan yang dilakukan Jokowi-JK.

“Kalau Jokowi benar-benar all out di kemaritiman, maka diperkirakan lini bisnis asuransi marine hull [rangka kapal] akan dominan,” ujar Julian.

Freddy menjelaskan, selama ini, sekitar 50% dari bisnis yang dijalankan pialang asuransi berasal dari lini asuransi properti. Namun, penurunan pendapatan terjadi ketika Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatur tarif batas bawah dan batas atas asuransi properti dan kendaraan bermotor awal tahun lalu.

Seperti diketahui, aturan tersebut berdampak pada kenaikan harga premi asuransi properti. Kenaikan tersebut membuat beberap perusahaan memutuskan untuk self insurance. Sebagian perusahaan, lanjutnya, menurunkan proteksi alih-alih menaikkan budget premi asuransi.

“Kebanyakan nasabah malah menurunkan coverage-nya, agar tetap bisa membayar premi yang sama dengan tahun sebelumnya,” katanya. Selain itu, sambung Freddy, penurunan pendapatan terjadi karena adanya penurunan biaya komisi kepada pialang asuransi dari yang sebelumnya 25% menjadi 15% dari premi.

Namun, perusahaan pialang yang tidak bergantung pada lini asuransi properti tetap mengalami pertumbuhan. PT Sedana Pasifik Servistama misalnya, perusahaan pialang asuransi itu malah mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 30% pada 2014.

Pasalnya, perusahaan pialang asuransi ini tidak banyak bermain di lini usaha asuransi properti dan kendaraan bermotor. Direktur Utama Sedana Kristinan Benny Hapsoro mengatakan, pertumbuhan bisnisnya terjadi bukan karena adanya kenaikan tarif asuransi properti.

“Justru kami kehilangan beberapa klien karena mereka tidak memperpanjang polis,” ungkapnya. Benny menjelaskan, pertumbuhan bisnis Sedana berasal dari lini usaha asuransi aneka dan asuransi jiwa kredit.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri asuransi apparindo
Editor : Martin Sihombing
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top