Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Peran Perbankan ke Sektor Maritim Masih Minim

Pembiayaan dan kredit yang disalurkan industri keuangan ke sektor maritim dianggap masih minim.
Wan Ulfa Nur Zuhra
Wan Ulfa Nur Zuhra - Bisnis.com 22 Januari 2015  |  19:22 WIB
Sektor maritim. Kurang dukungan sektor maritim - JIBI
Sektor maritim. Kurang dukungan sektor maritim - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA—Pembiayaan dan kredit yang disalurkan industri keuangan ke sektor maritim dianggap masih minim.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sepanjang Januari sampai September 2014, pembiayaan yang disalurkan oleh industri multifinance untuk sektor maritim hanya Rp1,7 triliun atau 0,7% dari total pembiayaan senilai Rp242,8 triliun.

Untuk industri perbankan, kredit yang disalurkan ke sektor maritim senilai Rp67,33 triliun. Nilai tersebut setara 1,8% dari total kredit perbankan Rp3.651 triliun.

Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank OJK Firdaus Djaelani mengatakan minimnya peran industri keuangan tersebut merupakan kesempatan bagi pelaku industri, khususnya perusahaan multifinance untuk lebih serius berpartisipasi mengembangkan industri kemaritiman dan perikanan di Indonesia.

Dukungan tersebut,  menurutnya, dapat berupa pembiayaan terhadap investasi, kebutuhan modal kerja, serta kebutuhan barang dan jasa yang terkait dengan kemaritiman. Dia menjelaskan, skema kerjasama pembiayaan dapat berupa direct financing, channeling, joint financing, atau sindikasi.

“Di samping itu, industri pembiayaan memiliki potensi yang besar untuk dapat mendukung pembiayaan pada sektor hulu dan sektor hilir di industri maritim dan perikanan,” ujarnya, Kamis (21/1/2015).

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti berharap banyak pada industri pembiayaan dibandingkan dengan perbankan. Menurutnya, industri pembiayaan bisa lebih fleksibel dalam merangkul nasabah-nasabah yang unbankable.

“Perbankan itu cenderung stuck on programme, tidak fleksibel seperti multifinance,” ungkapnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

keuangan
Editor : Ismail Fahmi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top