Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BPD Gencar Terbitkan Obligasi

Beberapa bank pembangunan daerah gencar menerbitkan obligasi sebagai antisipasi kebutuhan likuiditas sekaligus menjaga eksistensi perseroan.
Destyananda Helen
Destyananda Helen - Bisnis.com 31 Maret 2015  |  21:19 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Beberapa bank pembangunan daerah gencar menerbitkan obligasi sebagai antisipasi kebutuhan likuiditas sekaligus menjaga eksistensi perseroan.

PT Bank Pembangunan Daerah Bali misalnya. Pada kuartal III/2015, perseroan berencana menerbitkan obligasi senilai Rp1 triliun. “Obligasi tenor 3 tahun dan 5 tahun untuk likuiditas kami ke depan. Selain itu yang kami kejar juga nama baik kami,” jelas Direktur Utama Bank BPD Bali I. Made Sudja di Jakarta seperti dikutip Bisnis.com, Senin (31/3/2015).

Menurut Sudja, nantinya obligasi pertama yang diterbitkan perseroan ini akan diluncurkan dalam 2 tahap senilai masing-masing Rp500 miliar. Hingga kini pihaknya tengah menunggu hasil rating lembaga pemeringkat untuk menentukan besaran bunga yang bakal ditawarkan.

Sudja juga menjelaskan pihaknya menetapkan penerbitan obligasi pada triwulan 3 mengingat proyeksi pertumbuhan kredit diproyeksi baru akan mengalami kenaikan pada periode tersebut. Secara keseluruhan, tahun ini Bank BPD Bali menargetkan pertumbuhan kredit di posisi 17%, sementara dana pihak ketiga di posisi 15%.

Sementara itu, Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur Daniel Tagu Dedo mengatakan tahun depan rencananya perseroan akan menerbitkan obligasi senilai Rp1 triliun untuk menambah likuiditas perseroan. “Penerbitannya tidak akan bertahap, paling lambat akan di kuartal kedua tahun depan,” ujar Daniel kepada Bisnis.com.

Daniel mengatakan tahun ini perseroan akan menggenjot ekspansi kredit hingga 20% pada tahun ini. Dengan kinerja tersebut, Bank NTT menargetkan bakal memperoleh laba sebesar Rp420 miliar pada akhir tahun nanti.

Kepala Sub Divisi Perencanaan Strategis Anggaran Bank NTT Fredy M. Ngganggus mengatakan penerbitan surat utang tersebut untuk mendukung likuiditas perseroan. “Daerah kami lemah di funding karena uang beredar di daerah kami pun minim, jadi strateginya melalui obligasi,” ujar Fredy.

Sementara itu, selain menerbitkan obligasi, beberapa pelaku di kelompok BPD juga mengandalkan pinjaman untuk mendukung aksi ekspansi perseroan. Presiden Direktur PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) Raharjo Adisutanto mengatakan sepanjang tahun lalu perseroan telah menyalurkan pembiayaan kepada 7 BPD.

Raharjo merinci beberapa bank yang mengajukan pinjaman ke perseroan yakni PT Bank DKI senilai Rp30 miliar, PT BPD Sumatera Barat Rp100 miliar, PT BPD Nusa Tenggara Barat Rp500 juta, dan PT BPD Kalimantan Selatan senilai Rp250 miliar. “Kami juga memberikan pembiayaan ke Bank BPD Bali, Bank Kalbar [PT BPD Kalimantan Barat], dan BPD Yogyakarta,” tutur Raharjo.

Adapun, dari data Statistik Perbankan Indonesia (SPI) yang dipublikasikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan hingga Januari 2015, BPD menunjukkan perbaikan perolehan laba bersih. OJK mencatat laba bersih BPD pada awal tahun ini tumbuh 19,5% secara year on year (y-o-y) menjadi Rp1,09 triliun atau lebih tinggi dibanding rerata pertumbuhan industri perbankan sebesar 12%.

Data OJK tersebut menunjukkan pertumbuhan bunga bersih sebesar 8,3% y-o-y menjadi Rp2,55 triliun menjadi penopang pertumbuhan laba bersih BPD. Sementara itu, net interest margin (NIM) kelompok bank ini berada di posisi 6,76% pada Januari 2015 atau turun tipis dari 7,07% di bulan yang sama tahun sebelumnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bpd
Editor : Hendri Tri Widi Asworo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top