Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Layanan Cash Management UOB Tumbuh 42%

Pendapatan layanan pengelolaan kas United Oversead Bank (UOB) tumbuh sebesar 42% sepanjang enam bulan pertama tahun ini ditopang langkah perseroan membantu perusahaan-perusahaan untuk berekspansi dan berinvestasi di Asia.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 07 Oktober 2015  |  15:53 WIB
Aktivitas di UOB cabang Yangoon.  -  UOB
Aktivitas di UOB cabang Yangoon. - UOB

Bisnis.com, JAKARTA - Pendapatan layanan pengelolaan kas United Oversead Bank (UOB) tumbuh sebesar 42% sepanjang enam bulan pertama tahun ini ditopang langkah perseroan membantu perusahaan-perusahaan untuk berekspansi dan berinvestasi di Asia.

So Lay Hua, UOB Group Head of Transaction Banking mengatakan perseroan berkomitmen untuk membantu nasabahnya mencari ekspansi jangka panjang di Asia. Kawasan Asia merupakan kawasan dengan jumlah investasi asing langsung yang paling tinggi di dunia.

"Meskipun terdapat guncangan ekonomi global, masih ada kesempatan bisnis dan peluang ekonomi yang besar di Asia. Nasabah kami yang melakukan investasi di kawasan Asia, terutama di Asia Tenggara dan Tiongkok meningkat," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis.com, Rabu (7/10/2015).

Lebih lanjut, Hua menyatakan sejalan dengan ekspansi nasabah di kawasan regional, nasabah UOB menerapkan manajemen struktur kebutuhan kas untuk membantu mereka tanggap dan bergerak cepat dalam melalui siklus bisnis dan pasar.

Menurut UNCTAD’s World Investment Report 2014, Asia merupakan kawasan di dunia yang menerima investasi langsung tertinggi, terhitung hampir 30% arus masuk investasi global.

Guna memenuhi minat yang tinggi terhadap layanan pengelolaan kas, UOB pada tahun ini memperluas lebih dari 10% tim spesialis pengelolaan kas di seluruh kawasan.

Perseroan saat ini memiliki 300 orang tenaga profesional yang memiliki spesialisasi di bidang pengelolaan kas dan pembiyaan perdagangan di seluruh jaringannya.

Selain itu UOB juga turut melakukan pengembangan di layanan internet banking yang memungkinkan nasabah melihat likuiditas dan modal kerjanya setiap saat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank uob cash management
Editor : Stefanus Arief Setiaji
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top