Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Tanggapan Bank Mandiri Soal Bunga Deposito BUMN 5%

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengimbau badan usaha milik negara (BUMN) untuk menyesuaikan bunga deposito dengan laju inflasi.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 23 Februari 2016  |  19:58 WIB
Ini Tanggapan Bank Mandiri Soal Bunga Deposito BUMN 5%
Bank Mandiri
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA--Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengimbau badan usaha milik negara (BUMN) untuk menyesuaikan bunga deposito dengan laju inflasi.

Menurut Darmin, suku bunga deposito yang ideal tidak lebih dari 5% dengan mempertimbangkan proyeksi laju inflasi akhir tahun nanti tak melebihi angka 4%.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Keuangan dan Strategi PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Kartika Wirjoatmodjo menilai imbauan untuk BUMN supaya tidak meminta bunga deposito tinggi kepada bank pelat merah dapat menurunkan beban biaya bunga.

Namun, di sisi lain, imbauan tersebut membuka peluang dana simpanan BUMN akan keluar ke bank-bank yang menawarkan suku bunga deposito lebih tinggi.

"Semoga imbauan bahwa deposito BUMN simpannya tetap di bank-bank pemerintah efektif. Jangan sampai bunga turun, terus dananya keluar," katanya di Jakarta, Selasa (23/2/2016).

Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan Nelson Tampubolon menuturkan pihaknya akan mencoba untuk mengimbau bank-bank swasta supaya tak menawarkan bunga deposito yang tinggi kepada calon deposan.

"Kalau bank di luar bank BUMN enggak mau bunga tinggi, mereka mau simpan di mana? Enggak mungkin bank-bank kecil menampung dana sebanyak itu," ujar Nelson.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank mandiri suku bunga deposito
Editor : Rustam Agus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top