Semester I/2016, Tugu Re Klaim Bukukan Laba Bersih Rp123,5 M

Sepanjang semester pertama tahun ini, PT Tugu Reasuransi Indonesia membukukan laba bersih Rp123,5 miliar.
Fitri Sartina Dewi | 19 Agustus 2016 06:37 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Sepanjang semester pertama tahun ini, PT Tugu Reasuransi Indonesia membukukan laba bersih Rp123,5 miliar.

Direktur Keuangan PT Tugu Reasuransi Indonesia (Tugu Re) Dradjat Irwansyah mengatakan laba bersih yang berhasil dibukukan sampai dengan Juni 2016 tumbuh sebesar 119% jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu yaitu dari Rp56,3 miliar menjadi Rp123,5 miliar.

“Faktor pendorong pertumbuhan laba ialah adanya kenaikan hasil underwriting,” kata Dradjat, Kamis (18/8/2016).

Menurutnya, sampai dengan akhir tahun ini perseroan menargetkan bisa membukukan laba bersih mencapai Rp168 miliar. Dia mengungkapkan untuk mencapai target perolehan laba pada tahun ini, Tugu Re berkomitmen untuk meningkatkan angka produksi.

Lebih lanjut, Dradjat menyatakan sepanjang 2016 pihaknya menargetkan bisa meraup premi hingga Rp2,25 triliun atau tumbuh sekitar 33,3 % jika dibandingkan capaian pada 2015 yaitu Rp1,5 triliun.

“Dari target tersebut, sampai dengan Juni 2016, premi yang berhasil diperoleh ialah Rp943,5 miliar atau tumbuh 63,8% jika dibandingkan perolehan premi pada periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp575,9 miliar,” jelasnya.

Adanya dukungan dari regulator dengan menerbitkan kebijakan yang mendorong perkembangan bisnis reasuransi di dalam negeri ditengarai menjadi faktor utama perolehan premi Tugu Re bisa bertumbuh signifikan.

Adapun, kebijakan yang dimaksud ialah Peraturan Otoritas Jasa Keuangan atau POJK No.14/2015 tentang Retensi Sendiri dan DukunganReasuransi Dalam Negeri.

Dalam beleid itu disebutkan bahwa perusahaan asuransi dan perusahaan asuransi syariah wajib memperoleh dukungan reasuransi 100% dari resuradur dalam negeri untuk pertanggungan resiko yang sederhana.

Presiden Direktur Tugu Re Moro W. Budhi mengatakan untuk memacu produksi, perusahaan berkomitmen merealisasikan berbagai rencana pengembangan bisnis. Akan tetapi, dia menegaskan upaya itu membutuhkan adanya dukungan dari para pemegang saham berupa suntikan modal.

Dengan adanya suntikan modal, diharapkan ekuitas perusahaan bisa mencapai diatas Rp1 triliun. Adapun, komposisi kepemilikan saham Tugu Re saat ini sekitar 48,41% dimiliki oleh PT Asriland. Kemudian, PT Tugu Pratama Interindo sebesar 37,67%, dan Dana Pensiun Pertamina sebesar 13,92%.

“Kalau tidak ada hambatan, rencana penambahan modal targetnya dapat direalisasikan pada semester kedua tahun ini,” ujarnya.

Selain itu, Moro mengatakan upaya pengembangan bisnis tidak hanya akan dilakukan didalam negeri saja, perusahaan juga berencana memperluas area pemasaran keluar negeri. Saat ini, perseroan tengah melakukan penjajakan bisnis reasuransi di beberapa negara di Asean seperti Filipina dan Vietnam.

Tag : tugu re
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top