Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Asuransi Perokok Salahi UU SJSN

Pemerintah diminta tidak larut dalam wacana asuransi kesehatan khusus untuk perokok karena hal itu bertentangan dengan regulasi tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional serta aturan mengenai Badan Penyelenggara Jaminan Sosial.
MG Noviarizal Fernandez
MG Noviarizal Fernandez - Bisnis.com 25 Agustus 2016  |  17:31 WIB
Merokok - boldsky.com
Merokok - boldsky.com

Bisnis.com,JAKARTA- Pemerintah diminta tidak larut dalam wacana asuransi kesehatan khusus untuk perokok karena hal itu bertentangan dengan regulasi tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional serta aturan mengenai Badan Penyelenggara Jaminan Sosial.

 

Ketua Pusat Studi Kajian Ekonomi dan Kebijakan Kesehatan (PKEK) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Hasbullah Thabrany mengatakan 10 tahun silam sebuah konsep peraturan presiden telah beredar di Kantor Kementerian Kordinator Kesejahteraan Rakyat yang mengatur tentang penerapan asuransi kesehatan khusus perokok.

 

“Konsep aturan itu menyatakan sebuah BUMN akan mengelola asuransi bagi perokok. Cara kerjanya, perusahaan rokok menyisihkan sebagian hasil penjualan ke asuransi,” ujarnnya, Kamis (25/8).

 

Menurutnya, wacana itu kembali dimunculkan pada masa kepemimpinan Joko Widodo. Namun, dia meminta agar pemerintah tidak menyetujui wacana tersebut karena hal itu merupakan siasat produsen rokok agar memperluas penjualan produk mereka.

 

Konsep tersebut, katanya, bertentangan dengan Undang-undang (UU) mengenai Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) yang menyatakan bahwa pelayanan jaminan sosial, termasuk jaminan kesehatan harus dilakukan secara merata dan berkeadilan tanpa melihat status seseorang sebagai perokok atau tidak.

 

“Dengan konsep asuransi khusus perokok itu pesannya sederhana. Silakan merokok, nanti kalau sakit kami jamin. Buntutnya rakyat makin tertipu dengan teknik pemasaran yang nampak simpatik,” pungkasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sjsn asuransi jiwa
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top