Sarana Multigriya Finance (SMF): Dirombak, Berikut Susunan Direksi Baru

PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) memiliki manajemen baru yang efektif sejak Kamis (25/8/2016).
Riendy Astria
Riendy Astria - Bisnis.com 25 Agustus 2016  |  14:44 WIB
Sarana Multigriya Finance (SMF): Dirombak, Berikut Susunan Direksi Baru
Sarana Multigriya Finance, SMF

Bisnis.com, JAKARTA—PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) memiliki manajemen baru yang efektif sejak hari ini, Kamis (25/8/2016).

Dalam keterangan resmi perseroan yang dipublikasikan Kamis (25/8/2016) disebutkan bahwa hal tersebut ditandai dengan penandatanganan berita acara serah terima jabatan direksi lama kepada direksi baru, di Grha SMF.

Adapun, perubahan manajemen baru tersebut adalah penggantian dua anggota direksi periode sebelumnya (2011-2016) yaitu Raharjo Adisusanto selaku Direktur Utama SMF digantikan yang digantikan oleh Ananta Wiyogo, dan Direktur SMF Sutomo yang digantikan oleh Heliantopo, sedangkan Direktur SMF, Trisnadi Yulrisman, masih tetap menjabat.

Dengan demikian, untuk selanjutnya susunan Direksi adalah sebagai berikut, Ananta Wiyogo, sebagai Direktur Utama, Trisnadi Yulrisman, dan Heliantopo, keduanya sebagai Direktur.

Penggantian direksi ini merupakan tindak lanjut dari Keputusan Menteri Keuangan Nomor 639/KMK.06/2016 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT. Sarana Multigriya Finansial.

Sebagai BUMN di bawah Kementerian Keuangan, SMF mengemban tugas sebagai Special Mission Vehicle (SMV) yang berperan dalam membangun dan mengembangkan Pasar Pembiayaan Sekunder Perumahan melalui sekuritisasi dan pembiayaan.

Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo mengatakan amanat yang diberikan oleh pemegang saham selain menjadi tantangan, juga merupakan kesempatan bagi SMF untuk memberikan kontribusi terbaiknya bagi bangsa dan negara.

Menurutnya, jumlah dana yang berhasil dialirkan SMF dari pasar modal ke sektor pembiayaan perumahan sampai dengan bulan Juni 2016 adalah sebesar Rp24,44 triliun, atau sebanyak 6,98 kali dari modal disetor sebesar Rp4 triliun. Ananta berharap kedepannya industri pembiayaan sekunder perumahan di Indonesia dapat semakin cepat berkembang, sehingga semakin meningkatkan keterjangkauan masyarakat memiliki rumah yang layak.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
smf

Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top