Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

PERBANKAN: Kredit Produktif Rebound, BI Optimistis Target Tercapai

Bank Indonesia optimistis proyeksi target pertumbuhan kredit perbankan sebesar 7% hingga 9% pada tahun ini bisa dicapai seiring dengan adanya perbaikan pada Kredit Produktif.
Lukas Hendra TM
Lukas Hendra TM - Bisnis.com 03 Desember 2016  |  21:43 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, MANGUPURA, Bali - Bank Indonesia optimistis proyeksi target pertumbuhan kredit perbankan sebesar 7% hingga 9% pada tahun ini bisa dicapai seiring dengan adanya perbaikan pada Kredit Produktif.

Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia Juda Agung mengatakan pembiayaan dari perbankan pada tahun ini memang agak lemah, tetapi pembiayaan dari nonbank, misalnya melalui pasar saham dan pasar obligasi sangat tinggi. Pasalnya, suku bunga kredit perbankan masih tinggi sehingga perusahaan lebih memilih mengeluarkan bond.

Namun demikian, pertumbuhan kredit perbankan kini mulai menunjukkan adanya perbaikan yang ditunjukkan dengan peningkatan pada kredit modal kerja dan kredit investasi. Meningkatnya kredit produktif tersebut mengindikasikan perbaikan dunia usaha menjelang akhir tahun. Kendati demikian, kredit konsumsi masih menjadi persoalan.

Adapun, pada November, pertumbuhan kredit perbankan menunjukkan angka sebesar 8,3%. Pencapaian tersebut meningkat dari bulan sebelumnya yang hanya menunjukkan pertumbuhan kredit perbankan sebesar 7,5%.

"Sampai dengan akhir tahun, kredit perbankan tumbuh 7%-9% masih bisa dicapai," katanya di Hard Rock Hotel, Kuta, Badung Bali, Sabtu (3/12/2016).

Sementara itu, pada pertengahan bulan lalu, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D. Hadad mengatakan untuk kinerja kredit perbankan pada 2016, pihaknya masih optimistis bisa tercapai karena rentang target cukup lebar yakni tumbuh sebesar 7% hingga 9% hingga akhir tahun ini.

“Mudah-mudahan, biasanya di akhir tahun memang siklusnya ada peningkatan. Perkiraan kita ya, mudah-mudahan tidak keliru, tapi dugaan saya range-nya cukup luas antara 7-9% ini,” katanya di Kompleks Istana Negara.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank indonesia perbankan kredit produktif
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top