Sepanjang 2016, Tugu Re Raup Premi Rp2,26 Triliun

Sepanjang 2016 PT Tugu Reasuransi Indonesia mencatatkan premi bruto sebesar Rp2,26 triliun atau sedikit diatas target awal yang diperkirakan mencapai Rp2,25 triliun.
Fitri Sartina Dewi
Fitri Sartina Dewi - Bisnis.com 17 Januari 2017  |  21:53 WIB
Sepanjang 2016, Tugu Re Raup Premi Rp2,26 Triliun
Sepanjang 2016 PT Tugu Reasuransi Indonesia mencatatkan premi bruto sebesar Rp2,26 triliun - ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA— Sepanjang 2016 PT Tugu Reasuransi Indonesia mencatatkan premi bruto sebesar Rp2,26 triliun atau sedikit diatas target awal yang diperkirakan mencapai Rp2,25 triliun.

Direktur Keuangan PT Tugu Reasuransi Indonesia (Tugu Re) Dradjat Irwansyah mengatakan faktor utama yang mendorong capaian target produksi ialah adanya ketentuan yang diterbitkan regulator melalui Peraturan Otoritas Jasa Keuangan atau POJK No.14/2015 tentang Retensi Sendiri dan Dukungan Reasuransi Dalam Negeri.

Dalam beleid itu disebutkan bahwa perusahaan asuransi dan perusahaan asuransi syariah wajib memperoleh dukungan reasuransi 100% dari resuradur dalam negeri untuk pertanggungan resiko yang sederhana.

“Jika dibandingkan capaian pada tahun 2015, maka pendapatan premi sepanjang 2016 bertumbuh sebesar 50% yaitu dari Rp1,5 triliun menjadi Rp2,26 triliun,” katanya kepada Bisnis, Selasa (17/1/2016).

Menurutnya, tidak hanya target produksi yang capaiannya melampaui target, melainkan juga perolehan laba perseroan sepanjang 2016. Dia mengungkapkan perolehan laba pada tahun lalu mencapai Rp192 miliar, atau melampaui target awal perusahaan yang sebelumnya memperkirakan perolehan laba bisa berada pada kisaran Rp166 miliar.

Dradjat mengatakan kinerja yang lebih baik diharapkan bisa dicapai di tahun ini. Dia mengungkapkan, sepanjang 2017 perseroan menargetkan bisa membukukan premi sebesar Rp3,1 triliun atau tumbuh sekitar 37% jika dibandingkan capaian tahun sebelumnya.

Selain itu, Tugu Re juga menargetkan perolehan laba pada tahun ini bisa mencapai Rp220 miliar atau tumbuh 14,5% jika dibandingkan capaian pada tahun lalu.

Untuk mencapai target tersebut, perseroan berencana meminta suntikan modal dari para pemegang saham. Menurutnya, suntikan modal diperlukan untuk meningkatkan ekuitas perusahaan yang saat ini masih berada dibawah Rp1 triliun.

Sampai dengan Kuartal III/2016, ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp700 miliar. Tugu Re rencananya akan mengajukan penambahan modal sekitar Rp250 miliar untuk mencapai ekuitas diatas Rp1 triliun.

“Untuk meningkatkan kapasitas perusahaan dibutuhkan dukungan dari pemegang saham. Apalagi, sebagian besar perusahaan reasuransi lainnya ekuitasnya sudah diatas Rp1 triliun,” ujarnya.

Adapun, komposisi kepemilikan saham Tugu Re saat ini sekitar 48,41% dimiliki oleh PT Asriland. Kemudian, PT Tugu Pratama Interindo sebesar 37,67%, dan Dana Pensiun Pertamina sebesar 13,92%.

Bisnis.com,JAKARTA—Sepanjang 2016 PT Tugu Reasuransi Indonesia mencatatkan premi bruto sebesar Rp2,26 triliun atau sedikit diatas target awal yang diperkirakan mencapai Rp2,25 triliun.
 
Direktur Keuangan PT Tugu Reasuransi Indonesia (Tugu Re) Dradjat Irwansyah mengatakan faktor utama yang mendorong capaian target produksi ialah adanya ketentuan yang diterbitkan regulator melalui Peraturan Otoritas Jasa Keuangan atau POJK No.14/2015 tentang Retensi Sendiri dan Dukungan Reasuransi Dalam Negeri.
 
 
Dalam beleid itu disebutkan bahwa perusahaan asuransi dan perusahaan asuransi syariah wajib memperoleh dukungan reasuransi 100% dari resuradur dalam negeri untuk pertanggungan resiko yang sederhana.
 
“Jika dibandingkan capaian pada tahun 2015, maka pendapatan premi sepanjang 2016 bertumbuh sebesar 50% yaitu dari Rp1,5 triliun menjadi Rp2,26 triliun,” katanya kepada Bisnis, Selasa (17/1/2016).
 
Menurutnya, tidak hanya target produksi yang capaiannya melampaui target, melainkan juga perolehan laba perseroan sepanjang 2016. Dia mengungkapkan perolehan laba pada tahun lalu mencapai Rp192 miliar, atau melampaui target awal perusahaan yang sebelumnya memperkirakan perolehan laba bisa berada pada kisaran Rp166 miliar.
 
 
Dradjat mengatakan kinerja yang lebih baik diharapkan bisa dicapai di tahun ini. Dia mengungkapkan, sepanjang 2017 perseroan menargetkan bisa membukukan premi sebesar Rp3,1 triliun atau tumbuh sekitar 37% jika dibandingkan capaian tahun sebelumnya.
 
Selain itu, Tugu Re juga menargetkan perolehan laba pada tahun ini bisa mencapai Rp220 miliar atau tumbuh 14,5% jika dibandingkan capaian pada tahun lalu.
 
Untuk mencapai target tersebut, perseroan berencana meminta suntikan modal dari para pemegang saham. Menurutnya, suntikan modal diperlukan untuk meningkatkan ekuitas perusahaan yang saat ini masih berada dibawah Rp1 triliun.
 
 
Sampai dengan Kuartal III/2016, ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp700 miliar. Tugu Re rencananya akan mengajukan penambahan modal sekitar Rp250 miliar untuk mencapai ekuitas diatas Rp1 triliun.
 
 
“Untuk meningkatkan kapasitas perusahaan dibutuhkan dukungan dari pemegang saham. Apalagi, sebagian besar perusahaan reasuransi lainnya ekuitasnya sudah diatas Rp1 triliun,” ujarnya.
 
 
Adapun, komposisi kepemilikan saham Tugu Re saat ini sekitar 48,41% dimiliki oleh PT Asriland. Kemudian, PT Tugu Pratama Interindo sebesar 37,67%, dan  Dana Pensiun Pertamina sebesar 13,92%.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
premi asuransi, tugu reasuransi indonesia

Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup