Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Cadangan Kerugian Penurunan Nilai Tertekan, Laba Verena Meroket

PT Verena Multifinance Tbk. mencatatkan cadangan kerugian penurunan nilai yang hingga 46,7% menjadi Rp26,54 miliar pada 2016, dari posisi Rp49,69 miliar.
Novita Sari Simamora
Novita Sari Simamora - Bisnis.com 20 Februari 2017  |  22:39 WIB
Cadangan Kerugian Penurunan Nilai Tertekan, Laba Verena Meroket
Kantor Verena Multifinance. - Ilustrasi
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Verena Multifinance Tbk. mencatatkan cadangan kerugian penurunan nilai  pada 2016 sebesar  46,7% atau menjadi  Rp26,54 miliar  dari  Rp49,69 miliar tahun sebelumnya.

Kondisi ini membuat nilai laba bersih tahun berjalan per 2016 senilai Rp6,46 miliar, meroket 168% dari posisi Rp2,41  miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Padahal dalam laporan keuangan yang diterbitkan Verena  pada Senin (20/2/2017), jumlah pendapatan mencapai Rp336,35 miliar, tergerus 11,25% dari posisi Rp379,01 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Terkontraksinya pendapatan Verena Multifinance juga membuat penurunan beban perusahaan.

Pada 2016, jumlah beban Verena senilai Rp327,04 miliar, turun 12,3% dari posisi Rp372,92 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Di sisi lain, penyaluran pembiayaan kepada konsumen per 2016 senilai Rp216,35 miliar, atau turun tipis dari posisi Rp218,14 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pada penutupan perdagangan Senin (20/2/2017), saham Verena berkode VRNA terkoreksi 1 poin atau 1,01% menjadi Rp98 per saham.

Sepanjang tahun berjalan, saham Verena mencatatkan koreksi 2,9%. Adapun level tertinggi perdagangan saham VRNA Rp106 per saham dan level terendah Rp91 per saham.



Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

verena
Editor : Martin Sihombing
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top