Pembinaan Kepada Perusahaan Investasi Bodong Dianggap Sudah Tidak Relevan

Otoritas Jasa Keuangan diminta berani mengambil tindakan tegas terhadap perusahaan investasi bodong dengan iming-iming keuntungan tidak masuk akal.
Feri Kristianto
Feri Kristianto - Bisnis.com 14 April 2017  |  11:26 WIB

Bisnis.com, DENPASAR - Otoritas Jasa Keuangan diminta berani mengambil tindakan tegas terhadap perusahaan investasi bodong dengan iming-iming keuntungan tidak masuk akal.

Sikap tegas perlu diambil otoritas sesegera mungkin, agar operasi perusahaan investasi bodong tidak semakin merugikan masyarakat. Gubernur Bali Made Mangku Pastika menilai, upaya pembinaan kepada perusahaan investasi bodong sudah kurang relevan untuk mengatasi keberadaan perusahan yang berupaya menghimpun dana masyarakat dengan iming-iming menggiurkan.

"Harus ada langkah tegas untuk mengatasi persoalan ini agar tak ada lagi masyarakat yang tertipu tawaran investasi bodong," pintanya kepada Kepala OJK Regional 8 Bali Nusra Zulmi, Kamis (13/4/2017).

Sementara itu, Zulmi mengklaim pihaknya menaruh perhatian serius terhadap keberadaan lembaga investasi illegal ini. Pihaknya juga sudah membentuk satgas investasi agar tidak mudah tertarik dengan iming-iming imbal hasil di luar kewajaran yang biasanya ditawarkan.

OJK mencatat lebih dari 80 perusahan yang bergerak dalam investasi abal-abal ini. Untuk mempersempit ruang gerak mereka, otoritas terus melakukan edukasi kepada masyarakat. menutup sejumlah perusahan setelah melakukan penelitian secara intensif. Diakuinya, meskipun telah banyak masyarakat yang tertipu, keberadaan lembaga investasi abal-abal itu masih ada. Bahkan, banyak yang bermunculan dengan pola baru.

"Seperti berkedok penjualan produk farmasi atau lainnya sehingga masyarakat awam mudah dikelabui," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
investasi bodong

Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top