BNI Belum Butuh Pelonggaran GWM

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. merasa pelonggaran giro wajib minimum (GWM) primer belum perlu dilakukan karena rasio likuiditas bank masih mencukupi.
Dini Hariyanti | 24 April 2017 20:34 WIB
Karyawati PT Bank Negara Indonesia (BNI) Syariah melayani nasabah di Jakarta, Senin (6/3). - JIBI/Nurul Hidayat

 

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. merasa pelonggaran giro wajib minimum (GWM) primer belum perlu dilakukan karena rasio likuiditas bank masih mencukupi.

Wakil Direktur Utama BNI Herry Sidharta menyatakan, rasio kredit terhadap pendanaan atau loan to deposit ratio (LDR) perseroan per Maret tahun ini terjaga di level 89%, lebih rendah dibandingkan batasan yang ditetapkan oleh regulator sebanyak 92%. Dengan kata lain, emiten bersandi saham BBNI ini masih memiliki ruang untuk ekspansi.

 “LDR BNI akan dikelola sekitar 90% dengan likuiditas stabil melalui mobilisasi pendanaan DPK khususnya giro dan tabungan dengan memanfaatkan fitur digital banking,” tuturnya kepada Bisnis, pekan lalu.

Di sisi lain, lanjutnya, bank pelat merah itu juga mengoptimalkan perolehan sumber dana di luar dana pihak ketiga. Di antara strategi yang dilakukan adalah penerbitan obligasi rupiah, sertifikat deposito, obligasi, maupun bertransaksi di pasar uang.

Selain itu, BNI juga mengupayakan pinjaman bilateral valuta asing dari perbankan dalam negeri maupun luar negeri.

Tag : bni, likuiditas, gwm
Editor : Farodlilah Muqoddam

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top