Dua Bank Tak Salurkan KUR di Sumsel

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 7 Sumatra Bagian Selatan mencatat terdapat dua bank penyalur kredit usaha rakyat atau KUR yang hingga saat ini belum menyalurkan pembiayaan karena keterbatasan SDM maupun jaringan kantor.
Dinda Wulandari
Dinda Wulandari - Bisnis.com 21 September 2017  |  14:57 WIB
Dua Bank Tak Salurkan KUR di Sumsel
Karyawan melintas didepan divisi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Institute, di Jakarta. - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, PALEMBANG – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 7 Sumatra Bagian Selatan mencatat terdapat dua bank penyalur kredit usaha rakyat atau KUR yang hingga saat ini belum menyalurkan pembiayaan karena keterbatasan SDM maupun jaringan kantor.

Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK KR 7 Sumbagsel, Sabil, mengatakan padahal kedua bank tersebut saat diseleksi telah memenuhi persyaratan otoritas, seperti tingkat kesehatan bank dan rasio kredit bermasalah (NPL) yang di bawah 5%. Namun demikian, otoritas enggan menyebutkan nama bank yang belum menyalurkan KUR tersebut.

“Janganlah [disebutkan] kasihan banknya, mereka mengalami kendala kesiapan SOP dan SDM, belum punya account officer yang khusus mencari nasabah KUR,” katanya, Selasa (19/9/2017).

Sabil mengatakan, terdapat enam bank penyalur KUR di Sumsel maupun Bangka Belitung, yaitu Bank Mandiri, BNI, BRI, BPD Sumsel Babel, OCBC NISP dan Bank Maybank Indonesia.

Sementara, perusahaan penjamin KUR di dua provinsi itu, yakni Askrindo dan Jamkrindo. Saat ini terdapat pula dua perusahaan penjaminan, yaitu Jamkrida Sumsel dan Jamkrida Babel yang masih mengikuti proses online ke Sistem Informasi Kredit Program (SIKP).

Sabil menambahkan pihaknya tidak akan memberi sanksi terhadap bank penyalur yang tidak merealisasikan pembiayaan kepada pelaku UMKM tersebut.

“Tidak ada sanksi, kan sebetulnya mereka [bank] yang minta bukan penyalur [pemerintah],” ujarnya.

Hanya saja, dampak dari penundaan KUR tersebut bisa saja akan berpengaruh pada kuota besaran KUR yang akan diterima bank yang bersangkutan di tahun berikutnya.

“Jadi target penyalurannya bisa saja diturunkan. Sebab di tahun ini realisasinya tidak tercapai,” katanya.

Kanwil Ditjen Perbendaharaan (DJPBN) Sumsel mencatat realisasi penyaluran KUR mencapai Rp844,87 miliar per 15 September 2017.

Kepala Kanwil DJPBN Sumsel Sudarso mengatakan jumlah penerima KUR pada periode tersebut sebanyak 22.821 debitur.

“Sektor yang paling banyak menyerap kredit ini masih didominasi perdagangan besar dan eceran baru disusul sektor pertanian,” ujar Sudarso.

Terkait monitoring dan evalusasi KUR sendiri, yang pertama adalah masih didapati beberapa data debitur yang belum valid.

“Yang paling sering ditemukan yakni masalah nomer ponsel yang tertera dan letak tempat usaha debitur tidak sesuai dengan kondisi di lapangan,” tambah Sudarso.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sumsel

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup