Mandiri Syariah Menjadi 'The Strongest Islamic Retail Bank' di Asia Pacifik

Cambridge Analytica memberikan penghargaan kepada Syariah Mandiri The best Islamic Retail Bank dan The Strongest Islamic Bank in Asia Pacific dari Cambridge Analytica.
Krizia Putri Kinanti | 15 November 2017 13:17 WIB
Karyawan Bank Syariah Mandiri melayani nasabah disalah satu kantor cabang di Jakarta. - Bisnis/Rahmatullah

Bisnis.com, JAKARTA – Cambridge Analytica memberikan penghargaan kepada Syariah Mandiri The best Islamic Retail Bank dan The Strongest Islamic Bank in Asia Pacific dari Cambridge Analytica.

Direktur Distribution and Services Edwin Dwidjajanto serta SEVP Retail Banking Niken Andonowarih menerima penghargaan tersebut dari Pendiri Cambridge Analytica Professor Humayon Dar di Dubai, (14/11).

CEO Cambridge Analytica Sofiza Azmi mengungkapkan Syariah Mandiri melakukan penelitian tentang pengembangan ritel banking 150 lembaga keuangan syariah di dunia dan memberikan penghargaan terhadap upaya pengembangan retail banking.

Saat ekonomi dunia dalam kondisi tidak pasti, segmen ritel harus tetap bertumbuh untuk menopang ekonomi. Oleh karena itu, pihaknya mengapresiasi segala bentuk inovasi dan juga upaya menumbuhkan segmen ritel di dunia finansial.

Bank Syariah Mandiri sesuai Corporate Plan 2016-2020 menetapkan untuk menumbuhkan segmen ritel. Per September 2017, segmen ritel tumbuh 9,59% semula Rp30,35 triliun pada September 2016 menjadi Rp33,26 triliun.

Pertumbuhan ritel banking ditopang oleh segmen consumer yang tumbuh 21,27% semula Rp16,3 triliun menjadi Rp19,77 triliun per September 2017. SEVP Retail Banking Niken Andonowarih mengaku bersyukur atas penghargaan ini.

‘’Tentu kami harus memperbaiki semua bisnis proses dan pendukung bisnis lainnya agar bisa menumbuhkan segmen retail banking lebih baik lagi pada masa mendatang," katanya melalui siaran resmi yang diterima Bisnis, Rabu (15/11/2017).

Di sisi lain, perusahaan tetap mendukung penumbuhan segmen Usaha Kecil dan Mikro (UKM) dengan menjaga portofolio pembiayaan di segmen tersebut sesuai ketentuan OJK sebesar 23%. Segmen Mikro sendiri tumbuh mencapai 2,31% (year on year) menjadi Rp4,23 triliun.

Untuk penumbuhan usaha mikro, Mandiri Syariah akan bekerja sama dengan beberapa lembaga market place ternama seperti Tokopedia. Saat ini, Mandiri Syariah bersama Tokopedia bekerja sama memberikan pelatihan kepada pengusaha mikro yang ingin memperluas marketing.

Pelatihan yang diberikan antara lain mengenai bagaimana mengemas, produksi, menampilkan gambar, dan manajemen stok barang.

Masih berkaitan dengan ritel banking, dari sisi dana, Mandiri Syariah juga terus menjaga komposisi dana murah. Dengan komposisi dana murah, maka dana bersumber dari perorangan, sehingga tidak terlalu sensitive terhadap margin.

Pada kuartal III 2017, Mandiri Syariah membukukan peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) Rp74,75 triliun atau tumbuh 13,30% (yoy) dibandingkan posisi Kuartal III 2016 yang sebesar Rp65,98 triliun. Komposisi DPK mayoritas atau 50,75% merupakan dana murah (low cost fund).

Total dana murah pada bulan September 2017 sebesar Rp37,94 triliun. Pada tahun lalu di periode yang sama komposisi dana murah Mandiri Syariah sebesar 49,15% atau Rp32,43 triliun.

Lebih jauh diungkap, perusahaan mengandalkan produk Tabungan baik Tabungan Mandiri Syariah dan Tabungan Mabrur (haji) untuk produk dana murah dengan peningkatan jumlah nasabah menjadi menjadi 7,02 juta sampai dengan September 2017.

Tag : bank syariah, mandiri syariah
Editor : Pamuji Tri Nastiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top