Kredit ke Debitur Swasta Mulai Pulih, Didukung Infrastruktur

Bisnis.com, JAKARTA Penyaluran kredit perbankan untuk kelompok debitur swasta sudah mulai menunjukkan titik terang setelah sempat terperosok pada tahun lalu. Peningkatan ini di antaranya dipengaruhi oleh menggeliatnya sektor infrastruktur yang membutuhkan banyak dukungan kredit perbankan.
Krizia Putri Kinanti | 27 November 2017 14:16 WIB
Pekerja menyelesaikan pembangunan fly over di kawasan Pancoran, Jakarta, Selasa (6/6). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA – Penyaluran kredit perbankan untuk kelompok debitur swasta sudah mulai menunjukkan titik terang setelah sempat terperosok pada tahun lalu. Peningkatan ini di antaranya dipengaruhi oleh menggeliatnya sektor infrastruktur yang membutuhkan banyak dukungan kredit perbankan.

Menurut data Bank Indonesia (BI), sampai dengan akhir kuartal III/2017, penyaluran kredit kepada debitur swasta telah mencapai Rp4.167 triliun. Nilai tersebut meningkat 7,52% dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama tahun lalu.

Angka ini menunjukkan geliat peningkatan pertama sejak tren perlambatan yang dimulai pada 2012 dan mencapai dasarnya pada 2016.

Pada 2011, pertumbuhan kredit debitur swasta tumbuh 26,36%, tetapi sejak 2012 mulai melambat menjadi 21,83%. Perlambatan terus berlanjut setelah pada 2013 pertumbuhan kredit swasta sebesar 20,62%.

Perlambatan kian tajam pada 2014, ketika saat itu penyaluran kredit swasta hanya naik 12,15%, kemudian pada 2015 persentase pertumbuhan kian menciut menjadi 10,03%. Lalu, pada 2016 pertumbuhan kredit swasta hanya sebesar 3,2%.

Presiden Direktur PT Bank OCBC NISP Tbk. Parwati Surjaudaja optimistis hingga akhir tahun ini penyaluran kredit kepada debitur swasta akan tumbuh hingga dua digit. Tren positif juga diproyeksikan akan terus berlanjut hingga 2018.

“Proyeksi kami tahun depan kredit dapat tumbuh 10%-15% dalam hal ini kami hampir setara dengan tahun 2017,” tuturnya kepada Bisnis, akhir pekan lalu.

Sebagai informasi, penyaluran kredit (gross) OCBC NISP per kuartal III/2017 tercatat senilai Rp103,3 triliun, naik 17% dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama tahun lalu yakni Rp88,1 triliun. 

Pertumbuhan kredit ini disalurkan dengan melakukan diversifikasi sektor usaha, besaran pinjaman dan jangka waktu. Dilihat dari jenis penggunaannya, komposisi kredit yang disalurkan untuk modal kerja mencapai 45%, investasi 41%, dan konsumer 14%.

Tag : kredit infrastruktur
Editor : Farodlilah Muqoddam

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top