Ada AwanTunai Ramaikan Industri Fintech

Bisnis.com, JAKARTA -- Perusahaan financial technology atau fintech berbasis lending, AwanTunai, resmi meramaikan industri fintech.
Asteria Desi Kartika Sari | 29 November 2017 21:19 WIB
Financial Technology (Fintech) - channelasia

Bisnis.com, JAKARTA -- Perusahaan financial technology atau fintech berbasis lending, AwanTunai, resmi meramaikan industri fintech.

Founder & Chief Executive Officer (CEO) AwanTunai Dino Setiawan mengatakan, AwanTunai secara resmi menawarkan solusi pinjaman digital bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

"Memahami kondisi yang ada, kami hadir untuk membantu mendukung kemandirian finansial bagi masyarakat Indonesia baik unbanked dan underbanked," kata Dino di Jakarta, Rabu (29/11/2017).

Dari sisi investasi, AwanTunai juga telah mendapatkan komitmen pendanaan dari PT Finansia Multi Finance atau Kredit Plus sebesar US$ 30 juta. Dana tersebut akan digunakan untuk membiayai pinjaman dan mendukung pertumbuhan bisnis AwanTunai.

Saat ini, AwanTunai telah bekerjasama dengan Blue Bird Group untuk menyediakan program cicilan smartphone untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan para pengemudi. Sebanyak 5.000 driver dalam waktu dua bulan telah mengajukan program ini dengan approval rate 45%.

Selain itu, AwanTunai juga telah menggaet rekanan toko offline yang menjual smartphone. Tak menutup kemungkinan, perusahaan juga bakal semakin ekspansif dengan menambah rekanan mulai dari pedagang kecil hingga perusahaan besar.

Adapun untuk pengajuan kredit, nasabah hanya membutuhkan Kartu Tanda Penduduk sebagai verifikasi lantara AwanTunai memiliki creditengine sehingga calon debitur dapat mengetahui persetujuan limit kredit dalam waktu 15 menit.

Untuk melakukan mitigasi risiko, sistem perusahaan juga sudah terintegrasi dengan beberapa lembaga seperti Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Sipil, dan Bank Indonesia [BI Checking]. Selain itu, pihaknya juga bekerja sama dengan channel atau mitra untuk menentukan kriteria nasabah yang akan diberikan kredit.

“Kami akan cek dengan beberapa data, data BI, data Dukcapil, dan dari channelnya, jadi kami juga tidak sembarangan. Jadi khusus, kami lewat mitra baik toko maupun mitra perusahaan,” katanya.

Tag : multifinance, fintech
Editor : Anggi Oktarinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top