Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Didukung Industri Kreatif, Kredit di Ibu Kota Ditarget Tumbuh 12%

Bisnis.com, JAKARTABank Indonesia Provinsi DKI Jakarta meyakini pertumbuhan kredit di wilayah ibu kota pada tahun depan mampu menembus kisaran 11% - 12 % secara year on year.
Dini Hariyanti
Dini Hariyanti - Bisnis.com 05 Desember 2017  |  11:02 WIB
Didukung Industri Kreatif, Kredit di Ibu Kota Ditarget Tumbuh 12%
Pegawai Pemprov DKI Jakarta mengikuti upacara peringatan HUT DKI Jakarta ke-490 di Monas, Jakarta, Kamis (22/6). - Antara/Aprillio Akbar
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA—Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta meyakini pertumbuhan kredit di wilayah ibu kota pada tahun depan mampu menembus kisaran 11% - 12 % secara year on year

Kepala Perwakilan BI DKI Jakarta Doni P. Joewono mengaku optimistis target tersebut dapat tercapai sejalan dengan upaya bank sentral mendorong pertumbuhan investasi. Semakin banyak penanaman kapital di ibu kota maka kebutuhan pinjaman perbankan pun bakal bertambah.  

“Dengan kondisi tahun depan yang lebih stabil kami harap orang mau berinvestasi dan investasi itu kan butuh kredit. Jadi, pertumbuhan kredit akan seiring dengan penaikan investasi,” ucapnya ditemui usai Pertemuan Tahunan BI DKI Jakarta, di Jakarta, Selasa (5/12/2017).

Bank Indonesia DKI Jakarta memproyeksikan penanaman modal yang berpeluang tumbuh kencang adalah investasi nonbangunan. Contohnya adalah investasi yang berada di bidang jasa terkhusus industri kreatif. Alhasil, permintaan kredit investasilah yang diasumsikan akan dominan pada 2018.  

Pada tahun depan, Bank Indonesia DKI Jakarta juga menginginkan agar rasio kredit bermasalah (NPL) industri perbankan di ibu kota dapat ditekan hingga di bawah 5%. Sementara itu, pertumbuhan ekonominya diyakini mampu menyentuh kisaran 6,1% - 6,5%.  

“Kami harap dengan ekonomi 6,5% maka akan butuh pendanaan, dan dana ini datang dari perbankan. Adapun, NPL perbankan kami harap bisa di bawah 5%. Kredit investasi kemungkinan tumbuh lebih tinggi dari kredit modal kerja,” ucap Doni.  

Sampai dengan pengujung tahun ini, BI DKI Jakarta memproyeksikan pertumbuhan kredit berada pada level 9,1%. Angka ini dinyatakan lebih baik dibandingkan dengan 2016 yang hanya menyentuh 8,4%. Permintaan pinjaman bank pada 2017 ini didominasi oleh kredit modal kerja maupun investasi.  

Pada tahun ini, imbuh Doni, fungsi intermediasi perbankan secara umum di ibu kota terbilang belum pulih. Pertumbuhan penyaluran pinjaman oleh bank dinilai bank sentral tidak agresif lantaran bank terbilang sangat selektif terhadap permintaan kredit baru. 

Bank Indonesia DKI Jakarta mendorong perbankan yang ada di ibu kota terutama bank pembangunan daerah setempat lebih giat menyalurkan kredit ke sektor produktif terutama usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pasalnya porsi kredit UMKM di provinsi ini sekarang baru 8% dari targeti BI 10%. 

Doni berpendapat bahwa bank bukan enggan menyalurkan kredit UMKM melainkan mereka justru kesulitan mencari debitur di segmen ini yang bankable. Kendati demikian, pihaknya yakin porsi tahun kredit UMKM pada tahun depan sedikitnya mampu mencapai 10%.  

“Bank kesulitan mencari UMKM yang bagus maka mereka harus dibantu oleh pemprov melalui program OKE OCE, sehingga bank dapat diperkenalkan dengan para UMKM potensial,” ucapnya.  

Saat ini rasio kredit bermasalah di segmen UMKM di Provinsi DKI Jakarta masih di atas 3%. Bank Indonesia berharap NPL 2018 dapat lebih baik. Adapun, sektor lapangan usaha yang diproyeksikan bakal memunculkan banyak permintaan kredit ialah perdagangan, pariwisata, dan industri kreatif.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jakarta kredit perbankan
Editor : Farodilah Muqoddam
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top