Ketagihan Meminta Pembiayaan dari Bank Syariah

Seorang pengusaha penyamak kulit domba dan sapi di daerah Sukaregang, Garut, Jawa Barat mengaku sangat nyaman dalam berurusan dengan kalangan bank syariah. Dirinya bahkan tak segan terus meningkatkan nominal pinjaman dari waktu ke waktu.
Dini Hariyanti | 08 Desember 2017 15:15 WIB
Karyawan melayani nasabah di banking hall PT Bank Syariah Mandiri (BSM) di Jakarta. - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA — Seorang pengusaha penyamak kulit domba dan sapi di daerah Sukaregang, Garut, Jawa Barat mengaku sangat nyaman dalam berurusan dengan kalangan bank syariah. Dirinya bahkan tak segan terus meningkatkan nominal pinjaman dari waktu ke waktu.

Namanya Abdul Kholik, salah satu dari sekian banyak pengusaha penyamak kulit di Garut. “Di sini masyarakatnya terbilang fanatik [terhadap syariat Islam], jadi lebih banyak yang meminjam ke bank syariah untuk kebutuhan usahanya,” ucapnya, di Garut, Jawa Barat, Jumat (8/12/2017).

PT Bank Syariah Mandiri alias BSM menjadi bank syariah yang dipercaya Abdul sebagai penyokong permodalan dan kebutuhan investasi dalam usahanya. Dia menyatakan, senang bekerja sama dengan BSM tampak dari nominal pembiayaannya yang terus meningkat mulai dari Rp10 juta hingga Rp100 juta.

Selain skema pendanaan yang sreg dengan kepercayaannya, Abdul juga mengaku senang dengan sikap BSM. Pasalnya, anak usaha PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. ini dalam menyalurkan pembiayaan sembari melakukan pendampingan kepada nasabahnya terutama di segmen usaha mikro.

“Bahkan kami dikasih solusi untuk pemasaran kalau kami meminta. Memang tidak langsung menyodorkan jalan keluar melainkan kepada seperti rekomendasi-rekomendasi,” ucap Abdul.

Saat ini, kapasitas produk di pabrik penyamakan kulit yang disewa Abdul mencapai 2.000 lembar per hari dengan utilisasi penuh. Mayoritas kulit yang diproduksinya berasal dari domba dengan harga beli bahan baku Rp75.000 – Rp90.000 per lembar dengan harga jual bervariasi tergantung ukuran.

Pendanaan bank syariah diakui Abdul sangat berpengaruh terhadap kesinambungan permodalan bisnisnya. Setelah dana dari bank diputar, dia dapat memacu usahanya hingga mendapatkan omzet Rp120 juta per bulan setara sekitar 1.000 lembar kulit.

Tag : bank syariah
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top