Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BI Minta Migrasi Chip di Atas 30% Tahun Ini

Bisnis.com, JAKARTA Perbankan diminta mempercepat migrasi kartu debit dari penggunaan sistem keamanan berbasis strip magnetik ke chip pada tahun ini.
Abdul Rahman
Abdul Rahman - Bisnis.com 02 April 2018  |  21:24 WIB
Mirza Adityaswara - Antara
Mirza Adityaswara - Antara

Bisnis.com, JAKARTA — Perbankan diminta mempercepat migrasi kartu debit dari penggunaan sistem keamanan berbasis strip magnetik ke chip pada tahun ini.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara mengatakan, berdasarkan regulasi migrasi kartu untuk tahun ini memang hanya 30% dari total kartu. Namun, pihaknya akan mengapresiasi bank yang mampu melampaui target tersebut.

"Kami sangat senang kalau bank-bank berinisiatif mempercepat migrasi. Kalau bisa di atas 30% di tahun ini. Lebih cepat lebih bagus," katanya di Jakarta, Senin (2/4/2018).

Jika mengacu pada ketentuan BI tentang NSICCS (National Standar Indonesian Chip Card Specification), pemenuhan kartu chip dilakukan secara bertahap. Pada 201, BI menargetkan 30% dari total kartu ATM atau kartu debit yang beredar sudah harus menggunakan teknologi cip. Sedangkan pada 31 Desember 2021 ditargetkan seluruh kartu sudah berganti menggunakan chip. Menurut Mirza, semakin cepat migrasi bukan hanya menguntungkan bank saja tetapi juga nasabah.

Kepala Departemen Sistem Pembayaran BI Onny Wijanarko menyebut jumlah kartu debit yang beredar saat ini sebanyak 140 juta keping. Bank sentral meminta bank segera merespons maraknya kejahatan skimming (fraud) dengan mempercepat migrasi kartu dari strip magnetik menjadi chip.

Selain penggantian kartu, bank juga harus meningkatkan edukasi kepada nasabah agar rutin mengganti personal identification number (PIN).Bank juga diminta meningkatkan sistem deteksi fraud.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kartu chip skimming
Editor : Farodilah Muqoddam
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top