Asei Pilih Hati-Hati Beri Penjaminan Fintech Lending

PT Asuransi Asei Indonesia (Persero) memilih berhati-hati untuk masuk ke dalam bisnis penjaminan atas risiko dari perusahaan teknologi finansial.
Azizah Nur Alfi | 23 Mei 2018 16:23 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – PT Asuransi Asei Indonesia (Persero) memilih berhati-hati untuk masuk ke dalam bisnis penjaminan atas risiko dari perusahaan teknologi finansial.

PT Asuransi Asei Indonesia juga menerima banyak permintaan penjaminan dari penyelenggara layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi. Meski demikian, Asuransi Asei tidak ingin terburu-buru masuk ke dalam perlindungan risiko perusahaan tekfin.

Direktur Pengembangan PT Asuransi Asei Indonesia M Syamsudin Cholid mengakui pihaknya menerima cukup banyak permintaan penjaminan dari penyelenggara layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi.

Namun demikian, dia menyampaikan bahwa pihaknya masih berhati-hati terhadap perkembangan bisnis tekfin dan melihat tingkat risikonya.

“Memang ada permintaan kerja sama dari fintech. Sudah ada beberapa yang mengajukan. Kami sedang menjajaki dulu dan mempelajari skema bisnisnya,” katanya dikutip Bisnis.com, rabu (23/5/2018).

Salah satu perusahaan teknologi finansial yang mulai melirik perlindungan asuransi yakni KoinWorks, di bawah naungan PT Lunaria Annua Teknologi sebagai penyelenggara layanan pinjam meminjang uang berbasis teknologi informasi. 

CEO dan Co-founder KoinWorks Benedicto Haryono menyampaikan, pihaknya sudah melakukan pembicaraan dengan tiga perusahaan asuransi sejak tiga bulan terakhir. Pihaknya menginginkan ada suatu produk asuransi yang lengkap untuk memberikan perlindungan risiko. 

"Kami memang sudah berbicara dengan beberapa asuransi kredit untuk mereka memberikan complete solution yang cukup bagus. Asuransi tidak memberikan jaminan 100%. Ini hanya sebuah mitigasi risiko," katanya belum lama ini.

Guna mitigasi risiko, KoinWorks melakukan assestment yang ketat, collection process, dan strategi manajemen yang baik. Hasilnya, pihaknya mampu menjaga NPL di tingkat wajar yakni masih di bawah 1%. Portofolio perseroan juga sangat sehat terbukti dari cicilan terlambat 30 hari masih di bawah 3%.

"Yang namanya investasi pasti ada risiko. Namun, kami melakukan mitigasi risiko dengan assessment, collection process, dan strategi manajemen yang cukup bagus," imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
asei, fintech

Editor : Anggi Oktarinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top