EDUKASI DUIT: Negara Maju, Apa Semua Warganya Kaya?

Membayangkan negara maju itu bukan berarti penduduknya menempati posisi level manajer semuanya. Tidak. Mayoritas tetap, ada yang tukang mengantar pizza, ada yang jadi sopir Fedex, ada yang jaga pertokoan, dan lainnya. Tapi, kok mereka kaya?
News Writer | 28 Juni 2018 14:40 WIB
Goenardjoadi Goenawan. - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA — Membayangkan negara maju itu bukan berarti penduduknya menempati posisi level manajer semuanya.  Tidak.  Mayoritas tetap, ada yang tukang mengantar pizza, ada yang jadi sopir Fedex, ada yang jaga pertokoan, dan lainnya. Tapi, kok mereka kaya? 

Sebenarnya yang kaya itu bukan semuanya kaya,  tetap yang kaya di setiap negara maju adalah top 5% penduduk,  sisanya itu mayoritas kebagian hak 20%.

Namun karena zaman now,  perbedaan tingkat kekayaan,  katakan Belanda Vs Indonesia yang selisihnya tiga kali lipat, sekarang selisihnya banyak. Bandingkan dengan pendapatan per kapita Indonesia US$ 3.000 sedangkan negara tetangga Singapupra sudah 16 kali lipat. 

Oleh karena itu secara nasional semuanya warga Singapura memperoleh hak yang lebih tinggi. 

Pendapatan nasional Singapura itu 16 kali lipat Indonesia bukan berarti semuanya direktur atau manajer,  tidak,  di Singapura mayoritas ya pedagang food court.  Tetapi disana setiap warga disediakan fasilitas menyicil apartmen. Separuh GDP per kapita di Singapura diperoleh dari capital gain keuntungan kapital kenaikan harga properti. 

Jadi misalnya Indonesia sekarang rumah-rumah sederhana katakan Rp500 juta 10 tahun lagi diperkirakan harga tanah properti naik 20-30 kali lipat sehingga harga rumah naik,  keuntungan kapital kenaikan harga tanah properti tersebut nilainya US$30.000 per rumah rata-rata. 

Oleh karena itu sekarang tidak benar bahwa Indonesia tidak bisa makmur.  Dengan posisi sekarang Indonesia duduk manis akan menerima kenaikan harga tanah setara US$30.000 per rumah. 

Bagaimana bagi yang tidak memiliki aset rumah?  Nah pemerintah Jokowi sedang mencetak target 7 juta sertifikat.  Banyak pemilik tanah zaman old ditukar kambing,  sekarang zaman now tanah ditukar dengan sapi. 

Sepuluh tahun lagi tanah di Indonesia akan mahal setara dengan posisi Kuala Lumpur sekarang,  jual tanah ditukar dengan Mercedes. 

Jadi menjelang tahun 2028 masyarakat umum Indonesia itu bukannya jadi orang besar semuanya,  itu mustahil tetapi karena panen penjualan tanah hasilnya besar membawa pendapatan tambahan masyarakat sementara profesi masyarakat umum tetap sebagai karyawan Indomaret dan perusahaan sepatu Nike dan Adidas. 

Seperti di Singapura para penjual mango juice menggunakan jam tangan Rolex.  Di Singapura setiap 10 tahun mereka yang menjual apartmen untung 200.000 dolar Singapura.

Jadi pada saat itu,  Indonesia telah dipersiapkan sejak 10 tahun lalu yaitu masuk nya Indonesia ke G20 itu sejajar dengan 20 negara-negara maju. 

Penulis

Ir Goenardjoadi Goenawan, MM

Motivator Uang.

Penulis buku seri "Money Intelligent" dan buku “New Money”

Untuk pertanyaan bisa diajukan lewat: goenardjoadigoenawan@gmail.com

Tag : Edukasi Duit
Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top