BCA Hanya Layani 3% Transaksi Manual via Teller

PT Bank Central Asia Tbk mengklaim transaksi yang dilakukan di kantor cabang saat ini hanya 3% dari total. Selebihnya, sebanyak 97% sudah dilakukan nasabah secara digital. 
Ipak Ayu H Nurcaya | 26 Agustus 2018 13:15 WIB
Karyawan PT Bank Central Asia Tbk mengenakan seragam baru pada peluncurannya, di Jakarta, Senin (9/7/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Central Asia Tbk mengklaim transaksi yang dilakukan di kantor cabang saat ini hanya 3% dari total. Selebihnya, sebanyak 97% sudah dilakukan nasabah secara digital. 

Meski demikian, kegiatan pembukaan kantor cabang masih menjadi kebutuhan yang harus dipenuhi setiap tahunnya.  

Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk. Jahja Setiaatmadja mengatakan hal ini karena mengingat keperluan masyarakat akan keberadaan kantor konvensional masih ada. Namun, dengan volume yang semakin menciut. 

"Nasabah kami 97% sudah melakukan transaksi secara digital, tetapi kita tetap selalu buka kantor. Kalau dulu bisa sampai 80 kantor cabang setiap tahun sekarang paling 20 - 30 kantor kecil-kecil saja," katanya, Minggu (26/8/2018).

Jahja pun menilai tren penutupan kantor cabang yang semakin bertumbuh saat ini menjadi hal yang positif. Pasalnya, perbankan sudah mampu melakukan kegiatannya dengan lebih efisien. 

Sayangnya, kondisi makro dan tatanan Indonesia masih banyak memicu ketidakefisienan. Dirinya mencontohkan, jalanan yang macet membuat biaya logistik untuk pengisian ATM dan pengiriman uang membengkak. 

Belum lagi, masalah keamanan negara yang belum stabil sehingga setiap kantor cabang harus memiliki satpam. Padahal di luar negeri kebutuhan akan satpam sudah sangat sedikit. 

Sementara inflasi juga masih tinggi, sehingga gaji harus naik 8% setiap tahun, padahal di banyak negara lain gaji naik hanya sekitar 2% sampai 3%.

Dia juga menilai kebanyakan saat ini kantor yang tutup adalah kantor cabag kecil dengan bisnis mikrobanking bukan cabang konvensional. 

"Artinya menurut saya bank sudah lumayan efisien tapi masih harus hidup dalam sistem yang belum efisien," ujarnya.

Sekretaris Perusahaan PT Bank Central Asia Tbk. Jan Hendra menambahkan dari sisi nilai transaksi, memang masih sekitar 55% terjadi di kantor cabang sedangkan secara frekuensi hanya 3%.

Menurutnya, tren digitalisasi sesuatu yang pasti dan disesuaikan dengan preferensi nasabah. Makanya, format cabang pun akan perusahaan sesuai dengan perkembangan yang ada.

Tag : bca
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top